ORANG yang tidak percaya diri cenderung menjadi people pleaser dengan selalu berusaha keras membuat orang lain senang. Meskipun dia terpaksa mengorbankan waktu dan energi yang dimilikinya demi orang lain.
Psikolog Ni Made Putri Ariyanti, M.Psi dari Universitas Airlangga mengatakan, orang yang kurang percaya diri disebabkan oleh banyak faktor. Mulai dari trauma sampai orangtua yang menuntut anaknya untuk menjadi pribadi yang membanggakan.
Baca Juga:
-------------------------------
Mengenal Istilah Generasi Sandwich
-------------------------------
5 Cara Kelola Emosi, Coba Yuk!
-------------------------------
Putri menjelaskan, orang tidak percaya diri ini biasanya menjadi people pleaser. Ia juga sering merasa frustrasi karena orang-orang yang memanfaatkan people pleaser tidak menyadari pengorbanan yang diberikan.
Pertama, sering meminta maaf padahal tidak bersalah. Bahkan dia selalu siap disalahkan meski itu kesalahan orang lain. Sebab people pleaser berpikir lebih baik minta maaf ketimbang dimusuhi atau dibenci orang lain. Tiada hari berlalu tanpa meminta maaf.
Kedua, orang yang sering mengorbankan diri demi kebahagiaan orang lain, dan perlu validasi dari orang lain. Sebab, dia percaya bahwa dia hanya pantas disukai seseorang jika sudah memberikan semua yang dimiliki untuk orang lain.
Karena takut akan penolakan, dia akan berusaha sebaik mungkin untuk mendapatkan pujian dan persetujuan dari orang tersebut.
Ketiga, merasa bersalah saat melakukan sesuatu. Jawaban "ya" dilontarkan pada setiap kesempatan karena dia akan melakukan semua hal yang diminta orang lain. Misalnya, Anda tidak ingin pergi ke sebuah acara, tetapi Anda tetap datang.
Akhirnya, Anda merasa bersalah karena membuang-buang waktu, padahal Anda bisa mengisinya dengan kegiatan lain yang menyenangkan di rumah.
Putri juga memberikan cara untuk berhenti menjadi people pleaser, di antaranya menolak dengan sopan ajakan teman serta memberikan alasan yang jelas.
"Sebelum mengatakan 'tidak mau', mungkin menjadi penting untuk perlu menyadari kondisi diri. Penting menyadari apa penyebab kita ingin menyenangkan orang lain dan menetapkan batasan dengan mengetahui apa yang diinginkan dan tidak diinginkan, apa yang disuka dan tidak disuka."
Saat mengatakan tidak mau, perlu diberikan penjelasan namun jangan berlebihan. Untuk menghindari menyakiti perasaan orang lain, bisa diawali dengan pujian dan akhiri dengan terima kasih, seperti "Terima kasih sudah mengajak aku, sayangnya aku tidak bisa hadir, tapi lain kali beritahu aku ya."
Baca Juga:
-------------------------------
(Rintani Mundari)