NYON – Rencana radikal presiden UEFA Michel Platini untuk merombak format tuan rumah Euro bukan main-main. UEFA akhirnya memastikan Euro 2020 mendatang akan digelar di 13 kota di seantero Eropa.
Siapa saja venue-venue yang bakal terpilih baru akan ditetapkan pada September 2014 mendatang. Sekretaris jenderal UEFA Gianni Infantino mengatakan keputusan ini didasari oleh pertimbangan agar negara-negara kecil yang tidak mungkin menjadi tuan rumah dari 24 tim peserta bisa merasakan atmosfer Euro.
“Pertandingan akan dibagi menjadi 13 bagian. 12 kota yang menggelar tiga laga penyisihan grup dan satu babak knock out. Lalu satu kota yang menjadi tuan rumah dua semifinal dan juga final,” kata Infantino seperti dikutip BBC.
“Hanya ada satu venue per negara, dengan demikian semifinal dan final akan dilangsungkan di tempat yang sama,” lanjut pria berkepala plontos ini.
Istanbul difavoritkan menjadi venue semifinal dan final. UEFA juga memastikan dua kota dengan stadion berkapasitas kecil akan dipilih dari 13 slot yang tersedia. Dari 53 anggota UEFA, hanya 21 anggota yang punya stadion berkapasitas di atas 50 ribu.
Dua kota tersebut boleh menggelar di stadion berkapasitas 30 ribu, enam kota di stadion berkapasitas 50 ribu, dan empat laga perempatfinal di stadion berkapasitas 60 ribu. Semifinal dan final harus dihelat di stadion berkapasitas minimal 70 ribu.
Berbeda dengan Euro sebelumnya yang biasanya dihadiri 16 negara, mulai Euro 2016 mendatang di Prancis, pesta sepakbola negara-negara Benua Biru ini akan diikuti oleh 24 peserta.
(Auzan Julikar Sutedjo)