MADRID – Tak berbeda dari para kompatriotnya yang bahagia atas gelar ketiga Euro bagi Spanyol, Xabi Alonso turut mengumandangkan kegembiraannya. Akan tetapi, pilar yang juga menghuni Real Madrid itu merasa euforia tim tak se-heboh empat tahun silam.
Saat La Selección meraih gelar kedua Eropa-nya tahun 2008 lalu, ledakan emosi dan euforia yang terasa amat luar biasa. Terlebih raihan itu adalah hasil lamanya penantian Spanyol yang selalu bagai tertidur panjang di Euro maupun Piala Dunia.
Padahal di final dini hari kemarin, Spanyol mencetak hasil fantastis, 4-0, dari tim sebesar Italia. Spanyol tampil sebagai pemenang meski kedua tim berduel sengit sejak awal laga. Raihan Euro 2012 merupakan gelar internasional ketiga berturut-turut dalam rentang waktu empat tahun belakangan – termasuk Piala Dunia 2010.
“Kami berhutang untuk merasa lebih antusias terhadap euforia ini. Tapi memang keadaannya berbeda ketika kami menang di Euro 2008. Segalanya lebih lunak. Kami merayakannya dengan keluarga tapi dengan lebih tenang,” terang Alonso kepada AS, Selasa (3/7/2012).
“Euforianya lebih meriah empat tahun lalu. Itu karena segalanya lebih sederhana. Tim ini sekarang lebih rendah hati. Kami semua memperjuangkan gol bersama. Bisa memenangkan tiga turnamen berturut-turut sangat-lah luar biasa,” lanjutnya.
“Rasanya fantastis saat anda meraihnya pertama kali tapi anda tak tahu apakah sukses anda akan bertahan. Tapi sekarang kenyataannya bertahan. Kami hanya ingin membuat semua orang bahagia,” tuntas pemain yang lahir dari keluarga pesepakbola tersebut.
(Randy Wirayudha)