Menpora: Rekonsiliasi, Solusi Terbaik Kisruh PSSI

Decky Irawan Jasri, Jurnalis
Rabu 21 Maret 2012 22:39 WIB
Menegpora Andi Mallarangeng (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menegpora) Andi Mallarangeng kembali menyuarakan keinginannya agar kisruh di tubuh PSSI selesai dengan cara baik-baik. Menurutnya, salah satu solusi terbaik adalah rekonsiliasi.

Sepakbola Indonesia kini diketahui tengah dirundung masalah pelik. Organisasi sepakbola Indonesia kini punya dua induk. PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin yang ditunjuk lewat Kongres Luar Biasa di Solo, Juli lalu, serta PSSI versi Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) yang dipimpin La Nyalla Mattalitti yang ditunjuk sebagai ketuanya pada Kongres Luar Biasa buatan mereka di Hotel Mercure, Ancol, Minggu (18/3/2012) lalu.

Terciptanya dualisme kepengurusan ini sontak membuat Indonesia kembali terancam mendapat sanksi dari otoritas tertinggi sepakbola dunia, FIFA. Dalam beberapa hari ke depan, FIFA kabarnya akan memutuskan nasib Indonesia.

Menyikapi kisruh ini, Andi kembali menyuarakan harapannya agar kubu-kubu yang bertentangan lebih memilih jalan damai ketimbang harus saling mengklaim bahwa mereka adalah PSSI yang sah.

"Saat ini kami kan berusaha untuk memperbaikinya dengan cara rekonsiliasi. Selain itu, kami juga menunggu bagaimana sikap FIFA supaya semuanya jelas. Makanya saya juga mendorong ke KPSI (Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia) mengajukan gugatan," papar Menpora.

"Jika gugatannya tidak diterima, jadi sudah jelas seperti apa hasilnya. Setelah itu, marilah kita sama-sama lakukan rekonsiliasi demi rekonsiliasi, agar ditemukan jalan yang paling baik bagi semuanya," sambung Menpora.

KONI Bersikap Netral
Sementara itu di lain pihak, Ketua Umum (Ketum) KONI Pusat Tono Suratman, menerima berkas-berkas hasil Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI versi KPSI. Tono mengaku, akan mewadahi semua pihak dan juga meminta PSSI di bawah kepemimpinan Djohar melakukan verifikasi atas hasil dari Kongres Tahunan PSSI di Palangkaraya, Minggu (18/3), yang lalu.

"Sikap KONI atas dualisme PSSI, kami akan coba wadahi semuanya. Kewajiban KONI adalah mewadahi semuanya, jika ada kekisruhan olahraga di Indonesia. Kami juga nantinya, akan lakukan pemanggilan kembali kepada pak Djohar untuk melakukan verifikasi," papar Tono.

Soal adanya indikasi intervensi yang dilakukan KONI kepada PSSI, Tono menegaskan jika itu bukan bentuk intervensi. Apa yang dilakukan KONI menurut pria yang sempat menjabat ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) pada SEA GAMES 2011 yang lalu, menilai itu adalah langkah KONI sebagai organisasi tertinggi disetiap cabang olahraga di Tanah Air.

(Achmad Firdaus)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya