JAKARTA - Sesuai janjinya kemarin di gedung Menegpora, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Tono Suratman akhirnya menemui pihak PSSI, sekaligus menjadi kunjungan pertamanya sejak diangkat sebagai Ketum KONI.
Di sana, Tono bertemu dengan para petinggi PSSI di antaranya Ketua Umum Djohar Arifin Husein, Wakil Ketum Farid Rahman, dan Sekjen Tri Gustoro. Tujuan Tono selain ingin membahas masalah kisruh PSSI, sekaligus kunjungan kerja sebagai Ketum KONI yang baru.
“Saya sebagai Ketua KONI datang pertama kali ke PSSI, di mana saya mendapatkan penjelasan tentang program PSSI selama 4 tahun dan jangka panjang serta masalah-masalah yang sedang mereka hadapi,” ungkap Tono, saat ditemui wartawan di kantor PSSI, Kamis (5/1/2012).
Tono siap menjadi mediator antara pihak PSSI dan KPSI yang semakin meruncing. Sebagai Ketum KONI, dia juga siap bertanggung jawab menyelesaikan permasalahan ini dan dia juga akan menerima masukan-masukan dari para pemerhati olahraga sepak bola guna mencari solusinya.
“Masalah-masalah yang selama ini disampaikan media, ternyata tidak seburuk itu, saat ini semuanya sedang berjalan baik. Saya beserta ketua PSSI membutuhkan beberapa hari ke depan untuk menyelesaikan masalah mediasi ini sesuai aturan yang berlaku,” tambahnya.
Terkait desakan akan diadakannya Kongres Luar Biasa (KLB) dari pihak KPSI, baginya tidak perlu diadakan. Sebab akan membuang waktu dan biaya saja. Selain itu belum tentu dengan adanya KLB bisa menyelesaikan semua polemik ini. Dia juga telah bertemu dengan beberapa teman-teman dari para pengusung KLB dan tidak perlu ada persyaratan apapun.
“Tidak perlu ada KLB segala, kan sudah ada saya, untuk apa membuang waktu dan dana lagi. Saya akan mencoba menyelesaikan konflik antara PSSI dan KPSI ini secepatnya untuk mencapai kesepakatan bersama,” tandasnya.
Rencananya Tono akan memberikan jawabannya sekitar tiga sampai empat hari ke depan dan tidak perlu ada pihak yang dikorbankan.
(A. Firdaus)