SOLO - Perpecahan ditubuh PSSI dan peserta Indonesian Premier League yang sebagian berpindah haluan dengan mengikuti kompetisi sepakbola yang tidak diakui PSSI (ISL) membuat prihatin masyarakat pecinta sepakbola di Solo Jawa Tengah.
Bentuk keprihatinan tersebut ditunjukkan dengan cara menggelar aksi prihatin di bundaran patung obor komplek stadion manahan Solo rabu sore. Dengan membawa poster-poster keprihatinan atas kembali terjadinya kekisruhan di tubuh PSSI puluhan massa berjalan kaki menuju bundaran patung obor.
Dalam aksinya mereka tidak henti-hentinya meneriakkan yel-yel menolak kisruh yang terjadi antar pengurus PSSI dan perpecahan peserta Indonesia Premir League. Suara drum juga tak henti-hentinya dibunyikan sehingga semakin membuat semarak jalannya aksi keprihatinan.
Sesampai di bawah patung obor massa kembali menyuarakan agar PSSI tidak kembali terpecah seperti sebelum digelarnya kongres luar biasa di Solo beberapa waktu lalu.
Satrio mengaku apabila itu terjadi maka yang dirugikan adalah persepakbolaan tanah air dan juga masyarakat pecinta bola tanah air akan menjadi korban. Apalagi saat sejumlah peserta IPL bahkan ada yang telah menyebereng untuk mengikuti kompetisi lain yang tidak diakui PSSI.
Karena itu mereka berharap pengurus PSSI untuk mengedepankan kemajuan sepakbola Indonesia daripada kepentingan pribadi demikian juga kompetisi sepakbola seharusnya tidak terpecah-pecah karena bisa mengurangi kecintaan masyarakat tanah air terhadap persepakbolaan Indonesia.
(Randy Wirayudha)