MILAN - Inter Milan menunjukkan tanda-tanda kebangkitan usai dikalahkan Juventus di kancah Serie A. Menjamu Lille pada mathday 4 penyisihan grup Liga Champions, I Nerazzurri sukses meraih kemenangan 2-1, sekaligus mempertahankan posisi di puncak klasemen sementara Grup B.
Berlaga di Giuseppe Meazza, Kamis (3/11/2011) dini hari WIB, Inter tampil ofensif dengan mengandalkan duet Diego Molito-Mauro Zarate yang disokong Wesley Sneijder sebagai trequartista. Peluang pertama didapat Inter saat laga baru memasuki menit kedua.
Milito berhasil lepas dari jebakan offside dan kemudian melepaskan tendangan lob (cungkil) yang sukses melewati penjaga gawang Lille Mickael Landreau. Sayang, masih ada mistar gawang yang menggagalkan peluang striker Argentina tersebut.
Lille yang berstatus tim tamu tidak bermain bertahan. Kebutuhan akan tiga poin untuk menjaga peluang lolos membuat pelatih Rudi Garcia menginstruksikan anak asuhnya tampil ofensif. Striker asal Polandia Ireneusz Jelen menebar ancaman di kotak penalti Inter. Namun, upayanya masih digagalkan Samuel. Bola muntah coba dimanfaatkan Pedretti, sayang masih belum menemui sasaran.
Jawara Liga Prancis musim lalu kembali menciptakan peluang di menit ke-16. Joe Cole menampilkan aksi menawan di sisi lapangan dan kemudian melepaskan umpan ke arah Moussa Sow. Namun, sebelum bisa mengeksekusi bola, Sow kalah cepat dengan Javier Zanetti yang sigap menghalau bola.
Inter kembali mengancam satu menit kemudian. Aksi Zarate membuahkan tendangan penjuru. Dari situasi bola mati inilah Walter Samuel membawa Inter memimpin. 1-0 untuk Inter.
Usai gol tersebut, Lille coba bereaksi. Sulit menembus jantung pertahanan Inter, Eden Hazard tak kehilangan akal dan melepaskan tendangan jarak jauh. Namun, tendangan keras bintang muda Belgia yang tengah jadi incaran klub-klub besar Eropa ini masih mampu digagalkan Luca Castellazzi yang menggantikan posisi Julio Cesar (cedera). Hingga turun minum, skor 1-0 untuk keunggulan Inter tidak berubah.
Inter yang merasa belum aman dengan hanya unggul satu gol, kembali mengambil inisiatif serangan di babak kedua. Tiga menit laga berjalan, Sneijder beraksi dengan mengirim umpan silang ke kotak penalti. Dejan Stankovic menyambutnya dengan memberikan umpan kepada Milito yang berada tepat di depan gawang. Sialnya, eksekusi jarak dekat yang dilepaskan Milito masih melambung.
Inter kembali menebar ancaman di menit ke-55. Memanfaatkan kesalahan pemain belakang Lille dalam menguasai bola, Milito berhasil mencurinya dan menggiring ke jantung pertahanan Lille. Namun, Milito egois dengan mengeksekusi bola, padahal di sampingnya ada Zarate dan Sneijder yang tak terkawal. Eksekusi mantan striker Genoa ini pun masih mampu dibendung Landreau. Andai Milito tidak egois, mungkin Inter sudah unggul 2-0.
Milito akhirnya membayar kegagalannya dengan mencetak gol kedua Inter pada menit ke-65. Berawal dari penetrasi Zanetti di sisi lapangan yang sukses melewati dua pemain Lille, pemain veteran Argentina ini kemudian melepas umpan manis yang kali ini tidak di sia-siakan Milito untuk membawa Inter benar-benar unggul 2-0.
Tertinggal dua gol, Lille meningkatkan tekanan. Eden Hazard kembali memiliki peluang ketika mengeksekusi tendangan bebas di menit ke-72. Sayang, tendangannya masih mampu digagalkan Castellazzi. Dua menit kemudian, Inter balik mengancam melalui Ricky Alvarez yang masuk di babak kedua. Sayang, sambaran pemain muda Argentina, memanfaatkan umpan Zarate hanya melintas tipis di sisi gawang.
Lille yang tak kenal lelah melakukan serangan, akhirnya sukses memperkecil ketertinggalan di menit ke-82. Bomber Tulio de Melo yang masuk di babak kedua sukses membobol gawang Castellazzi, setelah memanfaatkan kesalahan pemain belakang Inter dalam mengantisipasi umpan silang. 1-2 Lille mulai mengejar.
Di sisa delapan menit pertandingan, Lille berupaya keras menyelamatkan satu poin. Sementara Inter mulai nampak berhati-hati demi menjaga keunggulan. Alhasil, hingga laga usai, Inter sukses mempertahankan keunggulan 2-1.
Dengan tambahan tiga angka, Inter kini kokoh di puncak klasemen sementara Grup B dengan sembilan angka. Inter unggul empat angka dari CSKA Moskow dan Trabzonspor yang bermain imbang 0-0. Kedua tim berada di urutan dua dan tiga dengan raihan poin sama, yakni lima poin. Sementara Lille, kekalahan ini membuat mereka tak beranjak dari dasar klasemen dengan hanya mengemas dua poin.
Susunan Pemain:
Inter: 12 Castellazzi; 4 Zanetti, 6 Lucio, 25 Samuel, 26 Chivu; 5 Stankovic, 8 Thiago Motta, 19 Cambiasso; 10 Sneijder/Alvarez (67’); 28 Zarate/Pazzini (79’), 22 Milito.
Lille: 1 Landreau; 2 Debuchy, 22 Chedjou, 14 Rozhenal, 18 Beria; 27 Jelen, 24 Mavuba, 17 Pedretti; 26 Cole, 8 Sow, 10 Hazard.
(Achmad Firdaus)