JAKARTA – Tak ada kesempatan lain, hanya dengan mengalahkan Qatar di kandang sendiri, Indonesia bisa tetap memelihara kans, untuk lolos ke fase berikutnya. Dengan persiapan yang terbilang minim, karena terkendala berbagai hal, Indonesia harus siap bangkit dan menghantam Qatar di depan publik sendiri.
Setidaknya, pernyataan itu diamini pelatih kepala tim Merah-Putih, Wim Rijsbergen. Dengan berbagai macam tantangan, seperti belum mulainya kompetisi nasional, sampai masalah disiplin pemain, pelatih asal Belanda itu terus membenahi mental tim, karena, laga kontra Qatar, Besok bisa menjadi penentu kans Hamka Hamzah cs, di babak ketiga Pra Piala Dunia 2014.
“Kami menghadapi Qatar, tim yang lebih baik, tapi kami harus mengalahkan mereka. Hanya itu kesempatan kita untuk terus melanjutkan Pra Piala Dunia,” tutur Wim Rijsbergen pada konferensi pers yang digelar di Hotel Atlet Century Park, Senin (10/10/2011).
Masalah mental, kerap menjadi halangan, terlebih dengan modal dua kekalahan sebelumnya. Sebab itu PSSI sampai harus mendatangkan psikolog, untuk membantunya mempersiapkan mental pemain.
“Sejak awal, kami hanya memulai latihan dengan 10 pemain. Kami memiliki masalah dengan kedisiplinan saat latihan. Di awal Pra Piala Dunia, saya hanya punya waktu empat hari. Padahal penting, untuk menyatukan visi bersama, dalam rangka membentuk tim yang kuat,” sambung mantan pemain Timnas Belanda itu.
“Kami harus dibantu dengan psikolog dari luar, untuk membangun mental pemain. Tapi mereka kian membaik, setelah mampu menahan imbang Saudi Arabia di laga uji coba. Mereka mendapatkan kembali kepercayaan diri mereka,” tambahnya.
Wim, kembali menegaskan soal mental, karena hal itu vital untuk bisa membangun pondasi tim dan permainan. Tim Garuda takkan bisa bermain dengan kepercayaan diri tinggi, jika kondisi mental mereka tak dalam keadaan yang baik.
“Jika kami bisa mengubah mental, dalam permainan nanti kami bisa menguasai bola dan situasi. Kemudian, baru kita bisa mengubah permainan sendiri untuk menguasai lawan,” pungkas Wim.
(Fitra Iskandar)