KUALA LUMPUR - Kontrovesi mewarnai penobatan Sasa Ognenovski sebagai pemain terbaik Asia 2010. Pangkal persoalannya adalah syarat pemilihan pemain terbaik di jagat Asia ini yang membuat sejumlah kandidat kuat tercoret dari daftar nominasi.
Federasi Sepakbola Asia (AFC) memberi syarat pemain yang berhak mendapat penganugerahan adalah mereka yang tampil saat upacara penobatan.Syarat ini tentu tidak bisa dipenuhi sejumlah bintang Asia yang masih sibuk berkiprah di Eropa, seperti Park Ji Sung, Tim Cahill, dan Keisuke Honda. Mereka akhirnya terdepak dari 15 kandidat peraih penghargaan pemain terbaik.
Sementara, Ognenovski yang bermain di Seongnam Ilhwa dianggap layak sebagai pemain terbaik setelah sukses ikut membawa klubnya menjuarai Liga Champions Asia awal bulan ini.
Ironisnya, ada unsur keberuntungan dalam pemilihan bek Australia ini menjadi pemain terbaik.Ognenovski tidak masuk dalam skuad Ilhwa saat menghadapi Jeonbuk Rabu malam 24 November 2010 karena cedera. Kondisi ini membuatnya bebas untuk datang ke Kuala Lumpur menghadiri seremoni yang juga.
“Jika saya tidak cedera, saya tidak mungkin berada di sini untuk penghargaan pemain terbaik AFC,” kata Ognenovski kepada AFP usai pengumuman award yang juga menobatkan pemain terbaik wanita Kathryn Anne Gill, juga asal Australia.
Ognenovski mengakui ketidakhadiran para pemain bintang yang berlaga di Eropa menodai penganugerahan penting yang dia raih. Praktis, absennya Park Ji Sung dkk, membuat kapten Ilhwa ini hanya bersaing dengan empat kandidat lain yaitu, Farhad Majidi, Farshid Talebi (Iran), Bader Al Mutawa (Kuwait) dan Husain Salman (Bahrain).
“Ini sedikit menodai penghargaan, karena mereka (bintang yang bermain di Eropa) tidak ada,” tambah Ognenovski.Dia berharap di tahun depan, AFC lebih bijak mempertimbangkan jadwal penganugerahan agar semua pemain bisa berpartisipasi.
(Fitra Iskandar)