PALEMBANG - Seteru Sriwijaya FC asal Maladewa, Victory SC, akhirnya mengaku kalah. Padahal semula mereka yakin dapat mengimbangi permainan tuan rumah.
“Di lapangan terlihat beda antara kualitas sepakbola Indonesia dengan negeri kami. Tak dapat dipungkiri kami kalah segalanya,” kata pelatih Ali Suzain kepada wartawan di Media Centre Jakabaring, Rabu (21/4/2010).
Ali menyebut bahwa ada tiga pemain kuncinya yang tak dapat tampil. Lantaran ketiganya terakumulasi regulasi hukuman kartukuning.
Sedangkan pelatih SFC Rahmad Darmawan menyadari bahwa dengan kemenangan besarlah timnya masih mungkin bermain di kandang pada 16 Besar. “Ini juga sejarah bagi SFC karena lolos ke babak kedua atau 16 Besar AFC Cup,” ujar Darmawan.
Imbuhnya, sempat pemain tidak bermain efektif pada babak pertama. Pergerakan tanpa bola minim diperagakan. Akibatnya, tidak banyak tercipta ruang tembak yang kosong untuk dimanfaatkan jadi celah peluang gol.
“Tapi babak kedua, pemain tampil lebih baik. Mereka konstan menjaga ritme sehingga unggul dengan banyak gol,” pungkas Rahmad.
(Muchamad Syuhada)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.