Agum-Nurdin Perang Urat Syaraf di KSN

Azwar Ferdian, Jurnalis
Rabu 31 Maret 2010 14:07 WIB
Share :

MALANG - Kongres Sepakbola Nasional (KSN) 2010 sudah hampir rampung. Ketua KSN Agum Gumelar tengah membacakan hasil rekomendasi yang disusun tim perumus di Hotel Santika, Malang, Rabu (31/3/2010). Delapan poin rekomendasi sudah diterima Agum.

Setelah Agum membacakan poin yang sudah disusun tersebut, Ketua Umum PSSI Nurdin Halid tiba-tiba berteriak intrupsi ketua. Nurdin mempermasalahkan poin nomor satu dan delapan.

Poin pertama berbunyi, PSSI segera melakukan reformasi atas dasar kritik dan saran serta masukan dalam sidang KSN 2010. Sedangkan poin kedelapan berisi membentuk dewan sepakbola nasional yang bersifat independen untuk mengawal PSSI dalam menjakankan tugas.

Nurdin langsung mempertanyakan rekomendasi tersebut. "Ini keputusan tim perumus, tapi tidak berdasarkan sidang di komiisi (A, B dan C). Kemudian PSSI bukan terdakwa yang harus dikawal dewan sepakbola nasional. Saya sebenarnya setuju dengana adanya dewan sepakbola nasional, tapi tidak mengganggu kinerja PSSI"

Agum menjawab keberatan Nurdin. "Rumusan ini sdah disetujui tim perumus dan dalam tim itu ada dua perwakilan PSSI, Supardi dan Mafirion".

Nurdin membantah. "Supardi dan Mafirion menangis saat melaporkan hasil rekomendasi tim perumus kepada saya. Mereka mengaku dipaksa".

Agum langsung menyanggah dengan keras seraya menunjuk Supardi. "Kita tadi sudah berpelukan dan menyetujui hasil rekomendasi tim perumus. Saya terus terang kaget kalau Anda (Supardi-red) sampai menangis melaporkan ini kepada Ketua Umum PSSI. Rekomen ini sudah keputusan bersama".

Tidak ingin larut dalam perdebatan, Agum akhirnya memutuskan untuk menghapus poin kedelapan. "Ini demi persatuan," tegas Agum.

(Fetra Hariandja)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya