ABIDJAN - Didier Drogba mengantarkan Chelsea kembali ke puncak klasemen Premier League berkat dua golnya ke gawang Arsenal. Jika bomber 30 tahun disanjung sebagai pahlawan Stamford Bridge, fans Timnas Pantai Gading justru menyebutnya pengkhianat. Mengapa?
Kemarahan fans rupanya tidak lepas dari kegagalan armada The Elephants merengkuh trofi Piala Afrika 2010 di Angola, beberapa waktu lalu. Langkah anak-anak asuh Vahid Halilhodzic harus terhenti setelah tumbang 2-3 oleh Aljazair di babak perempat final. Sayang, Drogba yang menjadi ujung tombak Pantai Gading gagal menampilkan performa sesuai harapan.
Hal inilah yang menjadi pertanyaan fans. Mengapa Drogba tidak menunjukkan performa yang sama ketika membela negaranya di Angola Januari lalu?
Goal melansir, Senin (8/2/2010), sejumlah fans di Abidjan berkukmpul untuk menyaksikan siaran langsung pertandingan Chelsea kontra Arsenal, malam tadi. Alih-alih mendukung Drogba dan kompatriot Salomon Kalou, fans agaknya ingin membuktikan bahwa bomber andalan mereka lebih mencintai klubnya ketimbang timnas.
"Mari kita lihat apa yang akan dilakukan Drogba. Saya berharap dia mencetak gol ke gawang Arsenal untuk mengkonfirmasi apa yang dikatakan semua orang tentang dirinya, bahwa dia hanyalah penipu yang tidak mencintai negaranya," ketus pemilik kedai minuman, Julien Tape, sebelum laga digulirkan.
Drogba terbukti mencetak dua gol kemenangan atas The Gunners di Stamford Bridge. Namun, kedua gol Drogba kali ini tidak mendapat sambutan meriah seperti yang biasa terjadi. "Kami tidak peduli. Jika dia mau, dia bisa mencetak 100 gol, itu urusannya," ujar Maflan Kouadio, seorang penjual ikan.
Sementara, seorang fan lain, Jean Jacques Diby mengungkapkan kekesalan atas kontrasnya performa Drogba ketika bersama timnas. "Ini sungguh gila. Lihat sendiri bagaimana performa Drogba sejak dia meninggalkan Angola. Mengapa dia tidak bisa menunjukkan seperempat dari performanya (di Angola) dan membawa Pantai Gading lebih jauh?" serunya.
Tampaknya, Drogba harus berusaha keras membuktikan komitmen terhadap negaranya kala berlaga di Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan mendatang. Pantai Gading tergabung dalam "Grup Neraka" alias Grup G bersama Brasil, Portugal, dan Korea Utara.
(Defanie Arianti)