ISTAMBUL - Werder Bremen dihadapkan masalah krusial. The Green-Whites tidak bisa menurunkan gelandang berpengaruh asal Brasil Diego saat menghadapi Shakhtar Donetsk pada final UEFA Cup di Stadion Sukru Saracoglu, Turki, Kamis (21/5/2009) dinihari.
Diego terpaksa menjadi penonton karena harus menjalani larangan tanding. Kendati tidak main, Diego tetap membangkitkan semangat tanding rekan-rekan setimnya. Dia menegaskan Werder bisa menjadi pemenang tanpa kehadirannya.
"Rekan satu tim saya akan memenangkan UEFA Cup, tanpa saya," tukas Diego seperti dilansir reuters, Rabu (20/5/2009). Mantan bintang Porto ini hanya tinggal selangkah lagi bergabung dengan raksasa Italia Juventus.
Selama ini, Diego menjadi andalan Bremen di berbagai pertandingan. Selain mampu menciptakan peluang emas bagi bomber timnnya, Diego juga sangat berbahaya bila menguasai bola di jantung lawan.
Terbukti, Diego menjadi salah satu pemain dari 15 pemain tersubur di Bundesliga. Dia sudah menyumbangkan 11 gol bagi Werder. Namun, Werder masih memiliki striker maut yaitu Claudio Pizarro, yang sudah mengoleksi 17 gol.
Bagi kedua tim, gelar juara UEFA menjadi sjarah baru. Pasalnya, Werder dan Shakhtar belum pernah menjadi juara. Menariknya, kedua tim tersebut merupakan kontestan Liga Champions musim ini. Werder dan Shakhtar tersingkir pada babak penyisihan grup dan secara otomatis bisa tampil di UEFA Cup.
(Fetra Hariandja)