SURABAYA - Sebelum putaran dua bergulir, klub-klub Indonesia Super League (ISL) Jawa Timur sibuk melakukan pembenahan tim. Melepas pemain dan mendatangkan skuad anyar menjadi pilihan logis demi harapan untuk meningkatkan kinerja di paruh kedua kompetisi nanti.
Kesibukan mencari pemain anyar dialami hampir semua klub, seperti Persegres Gresik United, Persepam Madura United, Persela Lamongan, hingga Arema Cronous. Hanya Arema yang terlihat tidak begitu ngotot menambah pemain walau dihubungkan dengan sejumlah pemain asing anyar.
Melihat bagaimana proses penambahan pemain baru, sejumlah klub mengalami perjudian yang cukup besar. Tidak banyaknya waktu untuk melakukan seleksi pemain, membuat klub kurang memiliki banyak waktu untuk melihat sejauh mana sepak terjang pemain baru nanti.
Pendeknya libur di jeda kompetisi membuat klub harus mengambil langkah instant untuk memutuskan kontrak seorang pemain. Apalagi proses perekrutan memakai proses seleksi dan bukan tranfer langsung, sehingga pelatih hanya memiliki waktu sepekan untuk membuat keputusan. Potensi transfer 'kucing dalam karung' pun cukup besar.
Berbeda dengan proses transfer awal musim, ketika pemain anyar masih bisa dilihat kiprahnya baik di sesi latihan maupun ujicoba. “Transfer pemain memang lebih sulit di tengah musim. Kami memiliki waktu pendek untuk melihat kualitas pemain dan pastinya aspek keberuntungan juga,” terang Pelatih Persepam Daniel Roekito.
Keberuntungan yang dia maksud, performa pemain anyar bisa saja sangat berbeda dengan saat seleksi yang cukup singkat. Bisa saja pemain tampil dengan performa melebihi harapan, namun juga bisa mengecewakan. Kendati demikian, itu kegagalan atau keberhasilan transfer dianggap hal biasa.
“Kami mengandalkan insting dan fakta dari apa yang kami lihat selama pemain mengikuti seleksi. Apalagi semua pemain yang ingin gabung belum pernah merasakan kompetisi Indonesia. Tentunya berharap pemain bisa sesuai harapan di pertandingan sesungguhnya,” tambahnya.
Persepam sendiri berupaya memenuhi empat kuota pemain asing. Setelah pada putaran pertama lalu hanya memakai tiga pemain impor, kini klub kebanggaan rakyat Madura bakal menambah tiga pemain setelah kepergian Osas Saha. Di Persepam sendiri ada setidaknya empat pemain asing yang mengikuti seleksi.
Memburu pemain asing dipastikan lebih sulit karena rata-rata mereka belum pernah merasakan kompetisi ISL. Sedangkan untuk transfer pemain lokal, kendalanya adalah sedikitnya pemain yang tersedia di pasar karena semua klub tidak bakal melepas pemain yang dinilai masih berharga.
Kondisi serupa juga terjadi Persegres Gresik United. Setelah tidak memperpanjang masa kerja Gustavo Chena, kini ada lima pemain asing yang mengadu peruntungan di Stadion Petrokimia. Pelatih Persegres Widodo C Putro memiliki waktu sepekan untuk memilih siapa yang cocok bergabung.
Dari sekian pemain yang mengadu nasib, hanya Ngon Mamoun yang pernah merasakan sepakbola Indonesia karena berstatus mantan pemain Persema Malang. Sedangkan Abdoullah Bathily (Mali), Alex Cavilla (Brasil), dan Orlandi Gaziano (Argentina) adalah wajah baru di sepakbola nasional.
“Memang tak banyak kesempatan untuk melihat kemampuan pemain baru. Tapi kami harus ambil pilihan itu (merekrut pemain baru) karena menjadi kesempatan terbaik untuk memperbaiki tim. Siapa pun yang kami ambil, pastinya terbaik berdasarkan proses seleksi,” kata Widodo.
Dia juga tak menampik jika transfer di paruh musim juga bakal dipengaruhi faktor keberuntungan. Tidak memiliki waktu panjang untuk mengetahui kualitas pemain, “Sulit untuk mengetahui kemampuan sebenarnya. Tapi beginilah realitanya dan harus kami tempuh,” cetus Widodo.
(Randy Wirayudha)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.