PARIS – Presiden UEFA, Michel Platini memiliki pendapat yang berbeda dengan presiden FIFA, Sepp Blatter, mengenai tindakan Kevin Prince Boateng yang memboikot laga bersahabatan AC Milan menghadapi klub Serie D, Aurora Pro Patria beberapa waktu lalu.
Sebelumnya, Boateng terlarut kesal ketika ulah suporter tuan rumah Aurora yang meneriakkan chant rasis kepadanya. Puncak kemarahannya terjadi saat pertandingan berjalan sekitar 26 menit. Pemain asal Ghana tersebut menendang bola ke arah suporter tim tuan rumah dan melakukan aksi keluar lapangan sebagai bentuk protes.
Melihat tindakan Boateng tersebut, Blatter mengecamnya dan mengatakan tidak seharusnya Boateng melakukan tindakan seperti itu, meski laga tersebut merupakan partai persahabatan. Karena semua kasus rasisme harus diselesaikan dengan cara FIFA, bukan melakukan tindakan refleks di lapangan.
Setelah itu, muncul komentar baru dari Platini, yang mendukung tindakan Boateng. Dia senang dengan tindakan gelandang internasional Ghana yang melakukan aksi boikot tersebut.
“Ini sangat luar biasa, saya sangat menghargai itu. Ini sangat baik dan pada kenyataannya saya memanggil Milan untuk mengucapkan selamat kepada mereka,” ucap Platini, seperti dilansir Radio RTL, Selasa (22/1/2013).
Platini menyebutkan ada peraturan khusus tentang perlakuan rasisme terhadap pemain saat bertanding Liga Champions dan Eropa Laegue.
"Jika mereka mendengar nyanyian rasis, ada upaya mereka untuk berhenti sejenak. Setelah itu jika dilanjutkan setelah nyanyian dihentikan, jika masih berlanjut, maka wasit bisa memanggil ofisial pertandingan. Sebab wasit yang adalah bos di stadion,” sambung Platini.
(A. Firdaus)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.