Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Di Matteo Puji Semangat Pantang Menyerah Chelsea

Achmad Firdaus , Jurnalis-Kamis, 01 November 2012 |08:17 WIB
Di Matteo Puji Semangat Pantang Menyerah Chelsea
Roberto Di Matteo (Foto: Reuters)
A
A
A

LONDON - Chelsea menunjukkan performa militan saat menghadapi Manchester United di babak 16 besar Capital One Cup. Sempat tiga kali tertinggal, Juan Mata dkk justru sukses menutup laga dengan kemenangan 5-4.

Dalam laga di Stamford Bridge, dini hari tadi, The Blues memang harus tiga kali berada dalam posisi tertinggal. Pertama, tertinggal 0-1 lewat gol Ryan Giggs (22’) yang kemudian disamakan oleh eksekusi penalti David Luiz (32’).

Kemudian, United kembali unggul 2-1 lewat gol Javier ‘Chicharito’ Hernandez pada menit ke-43. Chelsea tak lantas menyerah dan membuat kedudukan kembali seimbang lewat aksi Gary Cahill di awal babak kedua.

Untuk kali ketiga, The Blues kembali tertinggal. Kali ini lewat gol Nani pada menit ke-59 yang membawa United unggul 3-2.  Namun lagi-lagi, Chelsea tak menyerah, bahkan kembali menyamakan kedudukan di masa injury time lewat gol penalti Eden Hazard.

Skor 3-3 di waku normal membuat laga dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu untuk menentukan siapa yang lolos ke perempatfinal. Nah, dim omen krusial ini, The Blues menunjukkan kualitasnya dengan menambah dua gol untuk memastikan kemenangan 5-4.

“Ini performa fanstastis. Mereka (pemain Chelsea) tak pernah menyerah,” tutur Di Matteo dikutip Sky Sports, Kamis (1/11/2012).

“Malam ini adalah tipikal performa yang dibutuhkan untuk sebuah turnamen, cukup terbuka dan saya pikir kami bermain cukup baik. Kami juga menciptakan banyak peluang. Saya merasa, kami bahkan bisa menyelesaikan pertandingan lebih cepat,” sambungnya.

“Anak-anak juga sukses menunjukkan karakter hebat, dengan kesuksesan mereka membalikkan keadaan dan menang,” pungkas manajer asal Italia tersebut.

Dalam kesempatan ini Di Matteo juga kembali mengkritisi performa wasit pertandingan. Kal ini, giliran Lee Mason yang dianggap tidak cukup jeli dalam melihat berbagai insiden yang terjadi di lapangan. Salah satu yang jadi sorotannya adalah handball pemain United saat coba menghalau tendangan Mata di kotak penalti.

“Saya tidak terlalu puas, karena kami pantas dapat penalti akibat handball pemain United di babak kedua. Saya sendiri hingga kini masih tak habis pikir mengapa wasit tidak menghadiahi kami penalti,” pungkasnya.

(Achmad Firdaus)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement