Jelang AC Milan vs Arsenal

Thiago Silva: Dibanding RvP, Henry Lebih 'Ngeri'

Randy Wirayudha - Okezone
Rabu, 15 Februari 2012 07:01 wib
Thiago Emiliano da Silva (Foto: Getty Images)
Thiago Emiliano da Silva (Foto: Getty Images)
MILAN – Kendati sudah termakan usia, Thierry Henry tetaplah legenda hidup. Difensore AC Milan, Thiago Silva menyadari arti hadirnya Henry kembali di skuad Arsenal. Thiago pun bakal meningkatkan kewaspadaannya untuk mengawal Henry.
 
Bahkan, Thiago menganggap, King Henry lebih berbahaya dibanding bintang Arsenal lainnya, Robin van Persie. Skipper Arsenal itu memang tengah diamati dunia berkat serangkaian aksinya bagi The Gunners.
 
Tapi Thiago tak ingin terlalu mencemaskan RvP. Baginya, Henry-lah yang wajib diawasi. Thiago bakal terus mengawal Henry tanpa menyediakan sedikit celah untuk sang penyerang gaek membuat Milanisti terdiam, ketika bersua di San Siro, dini hari (16/2/2012) esok.
 
“Dia (Henry) pemain yang punya sejarah hebat, tak hanya bersama Arsenal, tapi juga (tim nasional) Prancis,” terang Thiago, sebagaimana disadur London 24, Rabu (15/2/2012).
 
“Kami harus sangat hati-hati karena di setiap pertandingan di mana dia turun, dia selalu tampil hebat. Jika anda memberinya sedikit ruang, dia pastinya akan mencetak gol. Dia punya kualitas yang tak ada bandingannya,” lanjutnya memuji.
 
Il Diavolo punya 180 menit plus beberapa menit injury time untuk menyingkirkan The Gunners dan melangkah ke babak delapan besar Liga Champions. Kuncinya, Milan tak boleh kejebolan di laga kandang karena pastinya akan merepotkan ketika melakoni partai away.
 
“Melawan Arsenal, kami harus meminimalisir kesalahan. Partai ini akan dimainkan lebih dari 180 menit, tapi jika kami mengacau, kami akan tersingkir. Mereka punya tim dan pemain yang hebat. Arsenal bukanlah hanya tentang Van Persie,” pungkas legiun asal Brasil tersebut.
(raw)
  • demor Q » 0 Tanggapan
    smua tim hrs krja extra dr skrg, kr tim Barca sd menanti di final,ha...ha...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • bohlamp » 0 Tanggapan
    arsenal akan tersingkir dgn ego nya sndiri,,permainan yg monoton ditambah arsitek monoton,, pelatih dgn tingkat kejenuhan paling tinggi,krna tdk pernah merefresh karirnya dlm kepelatihan,, dg tingkat kejenuhan yg tinggi,so pasti kreatifitas n kecerdasan dlm meracik strategi akan berkuran,,,,
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit