Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tanpa APBD, Persib Akan Terus Berinovasi

Muchamad Syuhada , Jurnalis-Rabu, 20 Juli 2011 |22:07 WIB
Tanpa APBD, Persib Akan Terus Berinovasi
Logo Liga Super Indonesia
A
A
A

BANDUNG - Dalam dua musim terakhir, PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) mengklaim, berhasil mengurangi kerugian dalam persoalan pengeluaran klub. Namun, sebagai klub sepakbola yang mandiri, secara perlahan Persib Bandung bisa bertahan dari godaan APBD. Hal itu diungkapkan Wakil Direktur Utama PT PBB Risha Adi Widjaya kepada wartawan, Rabu (20/7).

Risha mengatakan, secara materi Persib memang masih rugi. Tapi, dari sisi manajemen dan pola kerja justru terbilang bisa menjadi trend setter. Hal itu terungkap, kata Risha, setelah dia yang mewakili PT PBB mendapat kepercayaan untuk menjadi narasumber dalam seminar bertema pengelolaan klub tanpa ABPD di Kota Balikpapan, kemarin.

"Ini kebanggaan bagi Persib karena mendapat kepercayaan sebagai klub non-APBD yang berhasil," kata Risha. Menurutnya, meski acara di Balikpapan itu merupakan ajang untuk berbagi pengalaman Persib selama dua musim terakhir, namun hal itu diharapkan bisa membuka peluang klub lain dalam mencontoh manajemen Persib.

“Sebab, yang ingin mereka cari tahu kenapa Persib bisa hidup tanpa APBD. Seperti yang kita  (Persib, red ) lakukan saja, yakni dengan terus membuat inovasi lewat penjualan produk. Selain itu, Persib selama ini membutuhkan partner untuk menumbuhkan kerjasama dengan pihak sponsor,” terangnya.

Seminar tersebut juga dihadiri perwakilan Menpora, sejumlah klub seperti Persisam, Persiba, dan Mitra Kukar.

Meski demikian diakui Risha, dalam dua musim terakhir bukan berarti Persib sudah bisa berlari dengan mulus. “Kerugian selalu ada, tapi tiap musimnya selalu menurun. Tahun pertama saja menghasilkan 50 persen dari total budget yang dikeluarkan. Sedangkan tahun ini diperkirakan 70 persen,” jelasnya.

Sebagai sebuah klub yang memiliki fanatisme pendukung serta sejarah yang kuat ditambahkan Risha sebagai keberuntungan yang tidak diperkirakan sebelumnya. Tapi, bagi klub lain, menurutnya, bukan tidak mungkin untuk membuat fanatisme melalui inovasi yang gencar oleh klub yang bersangkutan.

“Fanatisme juga harus ditunjang dengan penjualan produk. Selama ini, kerjasama Perisb dengan retail juga melibatkan bobotoh. Itu tergantung dengan cara mengemas fanatismenya,” cetusnya.

Namun, untuk mengkampanyekan “keberhasilan” Persib secara lebih luas lagi kepada semua kontestan ISL, dirasakan masih bisa terwujud jika tanpa dukungan. Badan Liga Indonesia (BLI) memang belum terlihat menggandeng peluang ini. “BLI seharusnya ikut mendorong juga. Kita sendiri sudah sampaikan ke BLI. Karena, pada dasranya klub lain harus tumbuh bersama kita,” cetusnya.

Bahkan selain Balikpapan, menurut Risha, Persib juga mendapatkan tawaran yang sama dari beberapa klub lainnya. "Tapi untuk undangan resmi, baru dari Pemkot Balikpapan ini," katanya. Persib selama ini memang dijadikan sebagai percontohan klub profesional yang mampu bertahan tanpa APBD oleh KPK. Bahkan perwakilan KPK sempat mendatangi Persib Januari lalu dengan melakukan pengkajian soal pendanaan Persib.

(Muchamad Syuhada)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement