Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

"Polisi dan Bobotoh Harus Kerjasama"

Raka Zaipul , Jurnalis-Sabtu, 22 Mei 2010 |11:16 WIB
Foto: Bobotoh selalu memadati stadion di manapun Persib Bandung berlaga / Irfan Al-Faritsi (SI)
A
A
A

BANDUNG - Bobotoh Persib Bandung menyayangkan sikap Polwiltabes Bandung, yang secara resmi telah mengeluarkan surat pencekalan bagi Maung Bandung untuk tampil di Stadion Siliwangi pada dua laga sisa. Bobotoh menyatakan, seharusnya pihak kepolisian bekerjasama dengan bobotoh untuk sama-sama mengamankan laga.
 
Sekjen Bobotoh Maung Bersatu (Bomber) Nevy Effendi menyatakan, seharusnya dalam situasi seperti ini, pihak kepolisian lebih bijak menyikapi tindakan anarkis yang dilakukan oknum bobotoh. Sehingga, keputusan tidak dilakukan secara sepihak oleh pihak kepolisian.
 
"Kan kesepakatannya jika ada kerusuhan di sekitar stadion baru izin dicabut. Tapi ini kan kejadiannya jauh dari stadion. Harusnya polisi bersama kita sama-sama cari upaya untuk menindak oknum bobotoh pada laga berikutnya jika terjadi lagi pengrusakan di jalan," ungkap Nevy, Sabtu (22/5/2010).
 
Dia mengaku, pihaknya sepakat untuk bekerjasama dengan polisi untuk menjaga ketertiban bersama. Hanya saja, pihaknya lebih fokus untuk pengamanan di dalam dan sekitar stadion. Sedangkan ketika berada di jalan, hal tersebut sudah menjadi tugas bersama, antara para pengurus organisasi bobotoh dan pihak kepolisian.
 
Soal reaksi pascaresminya surat pencekalan, Nevy mengaku masih bersikap menunggu. Pihaknya sepakat jika nanti polwiltabes Bandung kembali mengadakan kesepakatan bersama untuk menjaga kondisi sebelum dan setelah laga. Termasuk, pihaknya juga mendukung jika laga tetap dilakukan di Stadion Siliwangi tanpa adanya penonton.
 
"Ini adalah konsekuensi bersama. Ini jadi pelajaran bagi semuanya. Kita siap saja tanpa penonton meski merasa dongkol. Ulah oknum bobotoh ini harus jadi pelajaran berharga bagi semuanya. Tindakan sekecil apapun akan merugikan Persib itu sendiri," jelasnya.
 
Namun, jika ternyata Maung Bandung harus kalah walk out (WO) dari lawannya, dia mengaku tidak bisa menerimanya. Sebab, masih ada waktu bagi panpel Persib untuk mencari stadion alternatif. Apalagi, bobotoh dipastikan tidak akan bisa menerima tim sebesar Persib kalah WO dari lawannya.
 
"Ini terkait nama besar kita. Terus terang kita tidak bisa menerima jika Persib harus kalah WO hanya karena ulah oknum-oknum bobotoh yang tidak bertanggung jawab. Lebih baik kita cari solusi bersama, termasuk bareng polisi agar kita bisa melakukan upaya pencegahan untuk laga berikutnya," pungkasnya.

(Muhayati Faridatun)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement