PAMEKASAN – Kemenangan Madura United atas Persib Bandung dengan skor 1-0 pada pekan keenam Super League 2026-2027 tidak hanya menghadirkan hasil positif bagi tuan rumah. Laga itu juga menjadi panggung perpaduan sepakbola dan budaya masyarakat Pulau Garam.
Laga Madura United vs Persib Bandung itu digelar di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Jawa Timur, Kamis 22 Oktober 2026 malam WIB. Partai itu bertepatan dengan peringatan Hari Santri.

Presiden Madura United, Achsanul Qosasi menegaskan, tradisi keislaman dan budaya santri merupakan bagian penting dari identitas masyarakat setempat. Nilai tersebut terlihat dari ribuan suporter yang datang mengenakan sarung dan kopiah, dipadukan dengan jersey kebanggaan klub.
Sebagian suporter juga membawa syal untuk menyemarakkan suasana stadion saat Madura United menjamu Persib Bandung. Kehadiran mereka menunjukkan bagaimana dukungan terhadap klub dapat berjalan berdampingan dengan tradisi lokal yang telah melekat dalam kehidupan masyarakat.
Achsanul mengatakan, peringatan Hari Santri memiliki makna khusus bagi masyarakat Madura karena banyaknya santri yang menimba ilmu di berbagai pesantren. Menurutnya, tradisi mengenakan sarung bukan sekadar kebiasaan, melainkan bagian dari identitas masyarakat santri di Madura.
"Bagi Madura, Hari Santri adalah hari yang sangat spesial karena ada ratusan ribu santri di sini. Itulah mengapa saya selalu mengatakan Madura adalah santri, dan sarungan adalah identitas santri Madura," ujar Achsanul dikutip dari laman resmi i.League, Sabtu (24/10/2026).
Selain menjaga identitas budaya, masyarakat Madura juga dikenal menjunjung tinggi tradisi menghormati tamu yang datang. Achsanul menilai sikap terbuka tersebut menjadi nilai yang perlu terus dipertahankan, termasuk ketika Madura United menjamu klub dari daerah lain.
"Menyambut tamu dengan tangan terbuka dan penghormatan penuh adalah amanah tradisi yang terus dijaga, sebab bagi warga Madura, kehadiran tamu senantiasa dimaknai sebagai pembawa keberkahan," jelas Achsanul.
Prinsip tersebut juga diterapkan ketika Madura United menerima kedatangan Persib yang memiliki rekam jejak prestasi di kompetisi tertinggi sepakbola Indonesia. Achsanul menegaskan, setiap tim yang datang ke Madura akan disambut dengan baik sesuai tradisi masyarakat setempat.