MANCHESTER – Start buruk Manchester United di musim 2026-2027 berbuntut panjang. Usai dikalahkan Atletico Madrid 0-2 di Liga Champions 2026-2027, yang menandai lima laga beruntun tanpa kemenangan, bek tengah Lisandro Martinez melontarkan kritik pedas secara terbuka kepada jajaran hierarki klub, khususnya Direktur Teknis Jason Wilcox, atas minimnya investasi pemain berkualitas pada bursa transfer musim panas lalu.
Meskipun mendatangkan Karl Darlow, Youri Tielemans, Andrey Santo, dan Carlos Baleba, Setan Merah di bawah arahan pelatih Michael Carrick dinilai masih membiarkan sejumlah celah krusial di dalam skuad.
Sektor bek kiri menjadi area paling mengkhawatirkan yang sama sekali tidak tersentuh belanja musim panas. Dengan hanya mengandalkan Luke Shaw yang rentan cedera, United terpaksa memasang bek tengah muda berusia 20 tahun, Ayden Heaven, di posisi bek kiri saat bersua Atletico Madrid.
Lewis Hall menjadi target utama yang santer dikaitkan dengan Setan Merah. Bek kiri Newcastle United dan timnas Inggris tersebut kabarnya dibanderol sekitar 70 juta euro.
Meski tergolong mahal untuk seorang full-back, nilai tersebut dinilai sepadan demi menjamin kedalaman dan kualitas skuad di Old Trafford.
Sebagai alternatif dari Lewis Hall, Manchester United sempat menjajaki peluang memboyong Alejandro Balde dari Barcelona menjelang penutupan bursa transfer. Balde menawarkan profil permainan yang lebih menyerang dengan kecepatan eksplosif serta kualitas teknik tinggi di lini depan.
Barcelona sejatinya terbuka untuk melepas sang pemain, namun kubu United memilih mundur akibat besarnya tuntutan finansial. Keputusan untuk tidak mendatangkan Hall maupun Balde kini berbuntut fatal, membuat tim tidak memiliki bek kiri murni yang siap tampil di saat Shaw absen.