Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pelatih Timnas Irlandia Merasa Israel Coba Intimidasi, Stafnya Diludahi

Erha Aprili Ramadhoni , Jurnalis-Selasa, 06 Oktober 2026 |03:23 WIB
Pelatih Timnas Irlandia Merasa Israel Coba Intimidasi, Stafnya Diludahi
Pelatih Timnas Irlandia Merasa Israel Coba Intimidasi, Stafnya Diludahi (Instagram/@irelandfootball)
A
A
A

JAKARTA - Pelatih Republik Irlandia, Heimir Hallgrimsson, menegaskan Israel berusaha mengintimidasi. Ia mengungkapkan hal itu terkait dugaan pemain Timnas Israel meludahi staf kepelatihan Timnas Irlandia. 

1. Israel Coba Intimidasi

Diketahui, Timnas Israel menghadapi Timnas Irlandia pada pertandingan UEFA Nations League, Senin (5/10/2026) dini hari WIB. Pertandingan itu digelar di Serbia tanpa dihadiri penonton. Kedua tim sama kuat dengan skor 1-1. 

Irish Times melaporkan, Kepala Performa Atletik Republik Irlandia, Damien Doyle, mengaku diludahi oleh seorang pemain Israel. Dalam tayangan televisi, terdengar suara yang mengatakan "dia meludahi saya" saat para pemain berjalan menuju lorong pemain di TSC Arena.

"Saya tidak ingin terlibat dalam hal itu, tetapi situasinya memang seperti ini dalam dua pertandingan terakhir. Suasananya tegang dan penuh emosi," ujar Hallgrimsson kepada Off The Ball terkait insiden itu, melansir BBC, Selasa (6/10/2026).

"(Itu) adalah tuduhan mengenai tindakan meludahi seseorang, tetapi saya sendiri tidak melihatnya. Tidak, kami tidak ingin membahas hal ini. Masalah ini akan ditinjau, mungkin sama seperti hal-hal lain yang terjadi di antara kedua tim," ujarnya. 

Dukung Palestina! Irlandia Pakai Ban Lengan Hitam, Tolak Jabat Tangan dengan Israel di Nations League
Dukung Palestina! Irlandia Pakai Ban Lengan Hitam, Tolak Jabat Tangan dengan Israel di Nations League

Heimir Hallgrimsson merasa Israel berusaha mengintimidasi pihaknya sejak awal laga.

"Saya merasa mereka berusaha mengintimidasi kami sejak kick-off, tetapi saya sangat mengapresiasi para pemain yang tetap tenang. Pertandingan itu bisa saja diwarnai banyak kartu kuning dan merah, namun kami tetap tenang; para pemain tetap tenang dan berhasil mengendalikan emosi dengan baik," ujarnya. 

Sementaa itu, pelatih Timnas Israel, Ran Ben-Shimon,  mengatakan dirinya tidak melihat apa pun.

"Saat jeda pertandingan, saya berada di ruang ganti—ruangan saya sendiri—bersama staf saya," ujarnya.

"Saya tidak melihat apa pun," katanya.

 

 2. Diwarnai Ketegangan 

Ketegangan antara kedua kubu memuncak pada Sabtu waktu setempat ketika konferensi pers pra-pertandingan Republik Irlandia dihentikan secara mendadak. Hal itu setelah Hallgrimsson menghadapi apa yang disebutnya sebagai "serangan verbal" dari wartawan Israel.

Hallgrimsson ditanya oleh seorang wartawan Israel mengenai dugaan tindakan rasisme yang dilakukan pemain Irlandia dalam pertandingan pekan lalu di Hungaria, yang dimenangkan Republik Irlandia dengan skor 3-0.

Konferensi pers tersebut diakhiri saat itu juga oleh manajer komunikasi Asosiasi Sepak Bola Irlandia (FAI), Kieran Crowley. Ia menegaskan, tuduhan itu sama sekali tidak benar.

Hal ini menyusul kabar bahwa FAI sedang menyelidiki apakah penyerang Republik Irlandia, Adam Idah, menjadi korban pelecehan rasial oleh pendukung Israel selama pertandingan pertama di Debrecen.

Gelandang Jayson Molumby berbicara kepada perangkat pertandingan saat laga berlangsung, meminta mereka untuk mendengarkan apa yang ia yakini sebagai nyanyian bernada hinaan dari segelintir pendukung Israel yang hadir di pertandingan tersebut.

Diketahui, pada pertandingan itu, para pemain Timnas Irlandia menolak bersalaman dengan pemain Timnas Israel, sebagaimana lazimnya pertandingan sepak bola. Pemain Timnas Irlandia juga menundukkan kepala saat lagu kebangsaan Israel diputar. Hal ini persis seperti pada pertemuan pertama kedua tim di Debrecen, Hungaria pada Senin (28/9/2026) dini hari WIB. 

Pertandingan itu menjadi sorotan internasional setelah adanya seruan boikot bagi Timnas Irlandia sebagai solidaritas terhadap warga Palestina. 

Pada pemain Timnas Irlandia tampak mengenakan ban lengan hitam. Ban itu sebagai bentuk dukungan bagi puluhan ribu warga Palestina yang tewas akibat agresi militer Israel. 

Kepala Eksekutif Asosiasi Sepak Bola Irlandia (FAI), David Courell, mengatakan para pemain akan mengenakan ban lengan hitam.

"Sebagai penghormatan atas semua nyawa yang hilang dalam konflik tersebut," katanya melansir Al Jazeera. 

(Erha Aprili Ramadhoni)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement