Kemudian pertanyaan muncul, bagaimana jika Timnas Indonesia menang melawan Bangladesh, tapi di laga lain Malaysia juga menang atas Singapura? Jika kondisi ini terjadi, koleksi poin Timnas Indonesia dan Malaysia sama-sama tujuh angka.
Sesuai regulasi, ketika ada dua tim atau lebih memiliki poin sama, head-to-head dijadikan tolok ukur. Berhubung Timnas Indonesia dan Malaysia memiliki head-to-head setara (main 0-0), indikator selanjutnya adalah selisih gol.
Karena itu, Timnas Indonesia mesti mencetak gol lebih banyak ketimbang Malaysia. Semisal Malaysia hanya menang 1-0 atas Singapura, Timnas Indonesia mesti menang minimal selisih tiga gol atas Bangladesh.
Bagaimana jika Malaysia menang 1-0 atas Singapura, tapi Timnas Indonesia cuma menang 2-0 atas Bangladesh? Jika kondisi ini terjadi, selisih gol dan produktivitas kedua tim sama kuat.
Berhubung berimbang, indikator selanjutnya adalah poin fair play. Berhubung Timnas indonesia sudah memegang satu kartu merah, terlalu riskan jika mengandalkan indikator yang satu ini. Sekarang harapannya Timnas Indonesia menang supertelak atas Bangladesh, sambil berharap di laga lain Singapura minimal menahan Malaysia.
(Ramdani Bur)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.