Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tangis Scaloni Usai Timnas Argentina Gagal Juara Piala Dunia 2026: Ini Sangat Menyakitkan

Erha Aprili Ramadhoni , Jurnalis-Senin, 20 Juli 2026 |19:10 WIB
Tangis Scaloni Usai Timnas Argentina Gagal Juara Piala Dunia 2026: Ini Sangat Menyakitkan
Tangis Scaloni Usai Timnas Argentina Gagal Juara Piala Dunia 2026: Ini Sangat Menyakitkan (AFASeleccion)
A
A
A

JAKARTA - Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, tak kuasa menahan tangis usai kalah dari Timnas Spanyol di final Piala Dunia 2026, Senin (20/7/2026) dini hari. 

1. Tangis Scaloni

Scaloni, 48 tahun, berupaya menjadi pelatih kedua dalam sejarah yang mempertahankan trofi setelah membawa Argentina keluar sebagai juara pada Piala Dunia 2022 di Qatar. 

Namun, Spanyol menggagalkan upaya Timnas Argentina. Gol Ferran Tores pada babak perpanjangan waktu membawa Timnas Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026. 

Usai kekalahan itu, Scaloni berbicara mengenai masa depannya sebagai pelatih Timnas Argentina saat konferensi pers. Ia pun diliputi emosi ketika menjelaskan hal tersebut. 

"Saya akan berbicara dengan presiden," katanya, melansir BBC.

Duel sengit Timnas Spanyol vs Argentina di final Piala Dunia 2026 FIFAcom
Duel sengit Timnas Spanyol vs Argentina di final Piala Dunia 2026 FIFAcom

"Saya punya ide tentang apa yang ingin saya lakukan. Saya akan menyelesaikan kontrak saya dan saya merasa perlu, saya tidak tahu apakah sesuatu yang sebesar ini bisa dilakukan. Kita perlu membicarakannya," ujarnya.

Ia pun menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepadanya untuk melatih Timnas Argentina. 

"Kami telah berusaha hingga menit terakhir untuk memberikan yang terbaik, staf dan pemain," ujarnya. 
 
"Bersabarlah, saya tidak tahu apakah saya bisa melanjutkan," kata Scaloni sambil menangis.

"Tempat ini luar biasa, ini adalah tempat impian. Kami tidak pernah membayangkan, termasuk staf saya, bahwa kami akan berada di tempat ini," tuturnya. 

 

Meski begitu, ia menyebutkan butuh waktu untuk membangun tim kembali.  

"Untuk melanjutkan, Anda membutuhkan banyak hal, terutama mengatur ulang pikiran Anda, memulai kembali, menciptakan kelompok seperti ini lagi. Itu sangat sulit untuk diciptakan kembali," ucapnya.

Akhirnya ia berdiri dan meminta maaf sebelum meninggalkan ruangan.

"Ini sangat menyakitkan, saya sangat menyesal," katanya.
 

(Erha Aprili Ramadhoni)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement