Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cristiano Ronaldo Dianggap Tak Layak Sandang Gelar GOAT Usai Gagal Juara Piala Dunia 2026

Rivan Nasri Rachman , Jurnalis-Jum'at, 10 Juli 2026 |11:29 WIB
Cristiano Ronaldo Dianggap Tak Layak Sandang Gelar GOAT Usai Gagal Juara Piala Dunia 2026
Pemain Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo. (Foto: Instagram/cristiano)
A
A
A

KEGAGALAN Cristiano Ronaldo merengkuh trofi Piala Dunia 2026 pada kesempatan keenam sekaligus terakhirnya memicu perdebatan sengit. Banyak pihak mempertanyakan apakah megabintang berusia 41 tahun tersebut masih layak menyandang status sebagai pemain terbaik sepanjang masa (GOAT) tanpa trofi emas tersebut.

Meski berhasil mencetak tiga gol di turnamen musim panas ini, Ronaldo tidak bisa menutupi fakta bahwa masa keemasannya telah berlalu. Performa sang kapten di atas lapangan dinilai sudah jauh menurun dibandingkan beberapa tahun silam.

Kritik tajam pun berdatangan, salah satunya dari mantan penyerang Timnas Inggris, Gabriel Agbonlahor, yang menilai kehadiran Ronaldo justru merugikan tim. Ia menyebut ego dan penurunan performa bintang gaek tersebut telah menjadi batu sandungan bagi generasi emas Portugal di Piala Dunia 2026.

"Akan ada banyak pemain seperti (Bruno) Fernandes, (Joao) Neves, Vitinha, (Nuno) Mendes… mereka akan melihat dan berpikir 'pemain legenda untuk negara, tetapi karena dia kami pulang'," ujar Agbonlahor, melansir dari Give Me Sport, Jumat (10/7/2026).

1. Bayang-Bayang Kesuksesan Lionel Messi

Ronaldo sendiri secara konsisten menegaskan keberhasilannya menjuarai Piala Eropa (Euro) 2016 bersama Portugal memiliki nilai yang setara dengan trofi Piala Dunia. Kendati demikian, persepsi publik sepak bola dunia tampaknya tidak sepenuhnya sejalan dengan argumen tersebut.

Cristiano Ronaldo (X/Fabrizioromano)
Cristiano Ronaldo (X/Fabrizioromano)

Fakta bahwa rival-rival terbesarnya seperti Lionel Messi, Pele, dan Diego Maradona berhasil memenangkan Piala Dunia menjadi tolok ukur yang sulit diabaikan. Ketiga legenda tersebut sukses menggendong negaranya masing-masing dan memainkan peran krusial saat menjadi juara dunia.

Situasi kian menyudutkan Ronaldo lantaran rival abadinya, Lionel Messi, justru tampil memukau di usia 39 tahun pada turnamen yang sama. Messi memimpin bursa top skor dengan delapan gol dan sukses membawa Argentina melaju ke babak perempatfinal, sebuah kontras tajam yang dinilai banyak pihak telah menyudahi perdebatan siapa yang terbaik.

 

2. Pembelaan Thierry Henry

Di tengah gelombang kritik tersebut, mantan penyerang legendaris Prancis dan Arsenal, Thierry Henry, pasang badan untuk membela Ronaldo. Henry menegaskan kegagalan di Piala Dunia sama sekali tidak akan merusak atau mengurangi pencapaian luar biasa yang telah diukir CR7 sepanjang kariernya.

Thierry Henry. FC Como 1907
Thierry Henry. FC Como 1907

"Banyak pemain hebat yang tidak menjuarai Piala Dunia, itu tidak menentukan warisan mereka. Warisannya tidak dapat disentuh," kata Henry saat berbicara sebagai pandit di saluran FOX Sports.

"Apa pun yang akan dia putuskan, saya mendoakan yang terbaik untuknya, saya berharap dia bisa melewati 1000 gol, dia menginspirasi banyak anak, terutama dengan cara dia menjalani hidup, dan berpikir tentang sepak bola. Lihatlah tubuhnya, lihatlah bagaimana dia. Dia adalah contoh bagi semua orang, jadi, semoga sukses dalam apa pun yang ingin Anda lakukan," pungkasnya Henry.

(Rivan Nasri Rachman)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement