Namun, Amarilla menolak disebut sebagai wanita tercela yang tidak layak menduduki jabatan politik sebagaimana yang dituduhkan Mbappe sebelumnya.
Menempatkan dirinya sebagai korban, senator yang terpilih secara demokratis ini justru menuduh Mbappe telah melakukan kekerasan berbasis gender dan kekerasan politik terhadap dirinya sebagai seorang perempuan, serta mengancam akan membawa kasus ini ke jalur hukum jika sang pemain tidak mencabut pernyataannya.
"Sekarang saya menuntut agar Anda juga menarik kembali pernyataan Anda dan meminta maaf kepada saya. Saya juga tidak akan mentolerir kekerasan Anda. Anda tidak mengenal saya. Anda tidak tahu siapa saya, dan Anda tidak berhak mengatakan bahwa SAYA ADALAH SEORANG WANITA YANG JIJIK, TIDAK LAYAK UNTUK JABATAN YANG SAYA PEGANG. Saya adalah Senator Negara Paraguay, dipilih oleh rakyat,” tutup Amarilla.
(Rivan Nasri Rachman)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.