FEDERASI Sepakbola Dunia (FIFA) tampaknya harus berterima kasih kepada Timnas Argentina dan nama besar Lionel Messi. Sebab keberhasilan Argentina lolos ke babak perempatfinal Piala Dunia 2026 telah menyelamatkan bisnis jutaan dolar yang berpotensi masuk ke kantong FIFA.
Untuk yang belum tahu, Argentina secara ajaib bangkit dari ambang kekalahan untuk menumbangkan Mesir dengan skor 3-2. Laga yang digelar di Stadion Atlanta, Selasa 7 Juli 2026 malam WIB tersebut merupakan sebuah hasil krusial yang tidak hanya menyelamatkan langkah Albiceleste, tetapi juga memberikan dampak finansial yang masif untuk FIFA.
Skuad asuhan Lionel Scaloni sempat berada di ujung tanduk setelah tertinggal 0-2 dari Mesir, terlebih setelah Lionel Messi gagal mengeksekusi penalti di 30 menit awal babak pertama. Namun, tuah sang megabintang belum habis, Messi menginspirasi kebangkitan timnya di sepuluh menit terakhir laga dengan mengirim assist untuk sundulan Cristian Romero, mencetak gol lewat sepakan half-volley, hingga akhirnya Enzo Fernandez mengunci tiket perempatfinal lewat gol sundulannya.
Meskipun berakhir dramatis, laga ini tidak luput dari kontroversi besar terkait keputusan wasit yang dinilai berat sebelah. Mesir sempat mendapati gol mereka dianulir akibat dugaan pelanggaran yang terjadi jauh di ujung lapangan lain, sementara Argentina justru diuntungkan dalam situasi yang mirip ketika gol kemenangan mereka tetap disahkan meskipun ada potensi pelanggaran terhadap bintang Mesir, Mohamed Salah.
Keberadaan Lionel Messi yang masih bertahan di turnamen yang digelar di Amerika Serikat ini menjadi jaminan keuntungan komersial yang luar biasa bagi FIFA. Sebagai salah satu ikon olahraga global terbesar yang kini merumput di Inter Miami, daya tarik komersial Messi sangat krusial dalam mendongkrak penjualan tiket dan hak siar turnamen.
Menurut laporan dari Give Me Sport, Rabu (8/7/2026), fluktuasi harga tiket di pasar sekunder menjadi bukti nyata betapa besarnya pengaruh magis seorang Messi terhadap roda ekonomi Piala Dunia kali ini. Ketika Argentina sempat tertinggal 0-2 dan terancam angkat koper, harga tiket untuk laga perempatfinal dilaporkan langsung merosot tajam dari kisaran USD1.900 menjadi di bawah USD1.000 atau sekira Rp18 juta.
Namun, begitu peluit panjang berbunyi dan Argentina dipastikan lolos berkat aksi heroik Messi, harga tiket langsung melonjak drastis menembus angka USD2.000 (Rp36 juta). Kondisi ini membuktikan bertahannya Argentina secara tidak langsung telah menyelamatkan potensi kerugian jutaan dolar yang bisa dialami penyelenggara jika sang megabintang tersingkir lebih awal.
Kemenangan penuh kontroversi atas Mesir ini tak pelak kembali menyulut teori konspirasi yang menyebut adanya perlakuan istimewa dari FIFA terhadap Argentina. Kritik tajam pun datang dari penyerang Mesir, Mostafa Ziko, yang secara terbuka menuduh turnamen ini telah diatur demi meloloskan sang juara bertahan.
Tudingan miring tersebut semakin diperkuat oleh rentetan keputusan kontroversial yang menguntungkan Argentina sepanjang turnamen bergulir. Sebelum insiden penganuliran gol Mesir, Messi sendiri sempat lolos dari kartu merah di fase grup melawan Aljazair setelah tertangkap kamera menginjak betis pemain lawan, namun baik wasit maupun VAR memilih untuk mengabaikannya.
Meskipun pernyataan dari kubu Mesir terkesan sangat emosional akibat kekalahan yang menyakitkan, rentetan keputusan pengadil lapangan yang condong ke satu pihak membuat FIFA kini menghadapi tekanan publik yang besar.
(Rivan Nasri Rachman)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.