
Walau dipastikan gagal bertugas, Artan memilih tetap bersikap positif. Ia pun mengucapkan terima kasih atas pendampingan yang diberikan FIFA dan CAF. Insiden tersebut tidak akan menyurutkan tekadnya untuk terus menjadi pengadil papan atas.
“Saya berterima kasih kepada FIFA dan CAF atas dukungan mereka dan akan tetap mempertahankan standar kepemimpinan saya sebagai wasit,” tegas Artan.
“Saya ingin berterima kasih kepada keluarga sepakbola atas pesan-pesan mereka dan mendoakan yang terbaik untuk kolega-kolega saya selama Piala Dunia. Saya tidak sabar bergabung dengan mereka lagi di kompetisi-kompetisi berikutnya,” tutup sang wasit.
Omar Artan bukanlah satu-satunya korban dari kebijakan ekstrem Departemen Imigrasi AS. Timnas Uzbekistan juga mendapat perlakuan tidak menyenangkan jelang laga uji coba melawan Timnas Belanda.
(Wikanto Arungbudoyo)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.