DRAMA besar mengguncang dunia sepak bola Eropa menjelang pemilihan presiden Real Madrid. Manchester City mengancam akan mengambil jalur hukum terhadap Enrique Riquelme, salah satu calon presiden Los Blancos, setelah ia secara terang-terangan mengklaim bakal mendatangkan striker bintang City, Erling Haaland, ke Santiago Bernabeu.
Kericuhan ini bermula dari penampilan Riquelme di acara televisi populer Spanyol, El Hormiguero, pada Rabu malam (4/6/2026). Di hadapan jutaan penonton, rival petahana Florentino Perez itu tidak hanya berjanji akan merekrut Haaland, tetapi juga menunjukkan jersey Real Madrid bernomor 9 bertuliskan nama sang striker Norwegia di punggungnya.
Tak cukup sampai di situ, Riquelme bahkan menyebut bahwa Haaland memiliki klausul pelepasan dan disebut ingin pindah ke ibu kota Spanyol. Ia juga berjanji akan memboyong gelandang andalan City lainnya, Rodri, jika terpilih sebagai presiden.
Sebagai jaminan, ia mengklaim siap menanggung 100 persen biaya keanggotaan member Real Madrid musim depan apabila gagal menepati janjinya.
Respons Manchester City tidak butuh waktu lama. Klub asal Etihad itu langsung mengeluarkan pernyataan resmi yang membantah keras seluruh klaim Riquelme.
City menegaskan tidak ada klausul kontrak yang memungkinkan Haaland pergi, sekaligus menyatakan sedang mempertimbangkan tindakan hukum atas penggunaan citra pemain mereka tanpa izin dalam aksi jersey tersebut.
Haaland sendiri terikat kontrak jangka panjang di Etihad hingga musim panas 2034, sebuah kontrak baru yang ia tandatangani pada Januari 2025 lalu.
Sejak bergabung pada 2022, striker 25 tahun itu telah mencetak 162 gol dari 198 penampilan, meraih tiga Golden Boot Premier League dalam empat musim terakhir, serta menjadi bagian kunci dari treble City pada 2023.
Agen Haaland, Rafaela Pimenta, bersama sang ayah, Alfie Haaland, pun ikut merespons dengan santai. Keduanya menyebut kisah ini menghibur, namun menegaskan bahwa kabar tersebut sama sekali tidak benar.