Keputusan Arsenal untuk bermain bertahan usai unggul lewat gol Kai Havertz di menit keenam, menjadi bumerang. Pasukan Mikel Arteta justru mencatatkan penguasaan bola terburuk di laga final Liga Champions!
Sepanjang pertandingan, Arsenal hanya membukukan penguasaan bola sebanyak 24,7 persen. Saking parahnya, itu juga sekaligu rataan ball possession terburuk selam mereka ditukangi Arteta!
Dua kali ke final tapi selalu gagal juara. Arsenal hampir menyamai catatan tidak mengenakkan milik Atletico Madrid. Los Rojiblancos sudah tiga kali melangkah ke partai puncak tapi tak pernah jadi kampiun yakni pada 1973-1974, 2013-2014, dan 2015-2016.
Arsenal hanya menyamai apa yang dilakukan Valencia pada 1999-2000 dan 2000-2001 serta Stade Reims pada 1955-1956 dan 1958-1959. Tiga klub itu dua kali ke final tapi sama-sama gagal juara!
(Wikanto Arungbudoyo)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.