BUDAPEST - Paris Saint-Germain berdiri di ambang sejarah. Klub asal ibu kota Prancis itu berpeluang mengukir nama mereka dalam buku rekor sepak bola Eropa dengan menjuarai Liga Champions dua musim berturut-turut. Namun, seberapa besar peluang back to back tersebut?
Catatan sejarah menunjukkan betapa langkanya pencapaian ini. Hanya segelintir klub yang berhasil mempertahankan mahkota Eropa, dan masing-masing meninggalkan jejak yang tak terlupakan. Berikut daftar klub elite yang mampu back to back juara Liga Champions

1955-56, 1956-57, 1957-58, 1958-59, 1959-60, 2015-16, 2016-17, 2017-18
Real Madrid menjadi legenda terbesar dalam kategori ini. Los Blancos memulai dominasi mereka dengan memenangkan lima Piala Eropa pertama secara beruntun dari 1956 hingga 1960.
Di era Liga Champions modern, Los Blancos menjadi satu-satunya klub yang sukses mempertahankan gelar ketika mereka meraih tiga trofi berturut-turut dari 2016 hingga 2018 — sebuah prestasi yang belum pernah diulangi siapa pun hingga kini.
1960-61, 1961-62
Benfica kemudian menjadi tim pertama yang mengakhiri cengkeraman Real Madrid atas trofi tersebut, dengan meraih dua Piala Eropa berturut-turut pada 1961 dan 1962.
1963-64, 1964-65
Diikuti Inter Milan yang menyusul jejak Benfica dengan dua gelar beruntun pada 1964-65.
1970-71, 1971-72, 1972-73
Menyusul jejak Benfica dengan dua gelar beruntun pada 1964-65, kali ini giliran klub asal Belanda Ajax pimpinan Johan Cruyff mendominasi tiga musim berturut-turut dari 1971 hingga 1973.
1973-74, 1974-75, 1975-76
Bayern Munich langsung mengambil alih tongkat estafet dari Ajax dengan tiga gelar berturut-turut dari 1974 hingga 1976, sebuah era keemasan sepak bola Jerman yang ditopang sosok legendaris seperti Franz Roth dan Gerd Müller.