SEBANYAK 3 tokoh sepak bola ternyata pernah menjuarai Piala Dunia sebagai pemain dan pelatih akan diulas Okezone.

Pria kelahiran Bayonne, Prancis, 15 Oktober 1968 ini adalah satu-satunya sosok yang masih hidup dan masih aktif melatih dari tiga nama legendaris tersebut.
Pada Piala Dunia 1998, Deschamps berdiri di tengah lapangan Stade de France sebagai kapten timnas Prancis, mengangkat trofi di depan pendukung tuan rumah yang histeris.
Dua puluh tahun kemudian, ia berdiri di tepi lapangan Luzhniki, Moskow, kali ini sebagai pelatih. Hasilnya? Prancis juara Piala Dunia 2018, mengalahkan Kroasia 4-2 di final.
Di tengah hiruk-pikuk Piala Dunia 2026 yang segera berjalan, Deschamps kembali hadir, kali ini sebagai pelatih untuk edisi keempat kalinya. Sebuah konsistensi yang hampir tidak masuk akal.
Karier kepelatihannya sendiri bukan keberuntungan semata. Ia mengangkat trofi Liga Champions bersama Juventus sebagai pemain, lalu membuktikan ketajamannya sebagai pelatih dengan membawa Marseille juara Ligue 1, sebelum akhirnya menulis ulang sejarah bersama Les Bleus.
Lahir di Munich pada 11 September 1945, ia bukan sekadar pemain hebat, ia adalah orang yang mendefinisikan posisi bek dengan gaya bermain sweeper yang elegan dan modern.
Sebagai pemain, Beckenbauer mengangkat trofi Piala Dunia 1974 bersama Jerman Barat. Enam belas tahun kemudian, Piala Dunia 1990 di Italia, sebagai pelatih ia membawa Jerman Barat kembali ke puncak dunia dengan mengalahkan Argentina 1-0 di final Roma.
Tidak itu saja, Beckenbauer juga meraih Ballon d'Or dua kali (1972 dan 1976), serta mempersembahkan tiga trofi Piala Champions berturut-turut untuk Bayern Munich. Ia tutup usia pada 7 Januari 2024, meninggalkan warisan yang tak tergantikan dalam sejarah sepak bola dunia.
Jauh sebelum Beckenbauer dan Deschamps, ada nama Mario Zagallo, orang pertama di dunia yang membuktikan bahwa seorang pemain bisa kembali ke panggung Piala Dunia sebagai pelatih dan menang lagi.
Zagallo, lahir di Brasil, 9 Agustus 1931, meraih trofi Piala Dunia 1958 di Swedia dan 1962 di Chile sebagai pemain sayap andalan Seleção.
Delapan tahun berselang, pada Piala Dunia 1970 di Meksiko, ia kembali ke panggung yang sama namun dari kursi pelatih dan Brasil tampil dengan sepak bola paling indah dalam sejarah turnamen ini, mengangkat trofi untuk ketiga kalinya.
Atas kontribusi luar biasanya terhadap sepak bola, FIFA menganugerahi Zagallo FIFA Order of Merit pada 1992, penghargaan tertinggi yang dapat diberikan organisasi tersebut kepada individu. Ia meninggal dunia pada Januari 2024, menutup kisah hidup seorang manusia yang benar-benar hidup untuk sepak bola.
(Dian AF)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.