Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hitung-hitungan Ranking FIFA Timnas Indonesia jika Menang, Kalah, atau Seri Lawan Oman dan Mozambik di FIFA Matchday Juni 2026

Rivan Nasri Rachman , Jurnalis-Rabu, 13 Mei 2026 |04:01 WIB
Hitung-hitungan Ranking FIFA Timnas Indonesia jika Menang, Kalah, atau Seri Lawan Oman dan Mozambik di FIFA Matchday Juni 2026
Timnas Indonesia bakal lawan Oman dan Mozambik di FIFA Matchday Juni 2026. (Foto: Aldhi Chandra/Okezone)
A
A
A

PSSI telah resmi mengonfirmasi jadwal laga uji coba Timnas Indonesia dalam kalender FIFA Matchday edisi Juni 2026. Pasukan yang kini dilatih John Herdman tersebut dipastikan bakal menjamu dua tim tangguh, yakni Oman dan Mozambik, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.

Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, menegaskan misi utama dari dua laga internasional ini adalah mendongkrak posisi Timnas Indonesia di ranking FIFA. Dengan status Timnas Indonesia yang saat ini menduduki peringkat ke-122 FIFA (1.144,88 poin), kemenangan atas tim dengan peringkat lebih tinggi menjadi harga mati untuk mengamankan tambahan poin yang signifikan.

1. Simulasi Poin

Menghadapi Oman (Peringkat 79) dan Mozambik (Peringkat 101), Timnas Indonesia memiliki peluang besar untuk menambah pundi-pundi poinnya. Berdasarkan selisih kekuatan dalam sistem perhitungan FIFA, berikut adalah estimasi perubahan poin yang akan didapat Jay Idzes dan kawan-kawan:

Lawan Oman (Peringkat 79):

Menang: +6,56 poin

Imbang: +1,56 poin

Kalah: -3,44 poin

Lawan Mozambik (Peringkat 101):

Menang: +5,76 poin

Imbang: +0,76 poin

Kalah: -4,24 poin

Ole Romeny di laga Timnas Indonesia vs Saint Kitts and Nevis. (Foto: Aldhi Chandra/Okezone)
Ole Romeny di laga Timnas Indonesia vs Saint Kitts and Nevis. (Foto: Aldhi Chandra/Okezone)

Jika Skuad Garuda berhasil menyapu bersih dua kemenangan, Timnas Indonesia akan mengantongi tambahan total 12,32 poin. Tambahan poin sebesar ini diprediksi mampu membawa posisi Rizky Ridho cs melesat hingga ke peringkat 118 dunia, dengan catatan hasil negara-negara di atasnya tidak mendapatkan kemenangan besar.

 

2. Menguji Kualitas Lawan

Terkait pertandingan, PSSI sengaja memilih Mozambik sebagai lawan kedua karena dinilai memiliki kualitas teknis yang mumpuni. Yunus Nusi menjelaskan tim asal Afrika tersebut memiliki materi pemain yang kompetitif, terutama karena banyak dari mereka yang merumput di liga-liga top Eropa.

Beckham Putra di laga Timnas Indonesia vs Saint Kitts and Nevis. (Foto: Aldhi Chandra/Okezone)
Beckham Putra di laga Timnas Indonesia vs Saint Kitts and Nevis. (Foto: Aldhi Chandra/Okezone)

"Kita tahu bahwa negara ini dihuni oleh pemain yang banyak bermain di Eropa," ujar Yunus Nusi.

Kekuatan Mozambik juga sedang dalam tren positif setelah secara mengejutkan berhasil menembus babak 16 besar Piala Afrika 2025 untuk pertama kalinya. Dengan materi pemain tersebut, duel di Jakarta nanti diprediksi menjadi ujian fisik dan mental yang setara bagi Timnas Indonesia dalam persiapan menuju level kompetisi yang lebih tinggi.

(Rivan Nasri Rachman)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement