Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Respons Jan Olde Riekerink Setelah Dewa United Tersingkir di Perempatfinal AFC Challenge League 2025-2026

Andika Rachmansyah , Jurnalis-Jum'at, 13 Maret 2026 |07:00 WIB
Respons Jan Olde Riekerink Setelah Dewa United Tersingkir di Perempatfinal AFC Challenge League 2025-2026
Jan Olde Riekerink kecewa Dewa United tersingkir di perempatfinal AFC Challenge League. (Foto: Andika Rachmansyah/Okezone)
A
A
A

PELATIH Dewa United, Jan Olde Riekerink, kecewa berat timnya bermain imbang melawan Manila Digger di leg kedua perempatfinal AFC Challenge League 2025-2026. Sebab, hasil imbang itu membuat Dewa United harus tersingkir dari kompetisi antarklub Asia tersebut. 

Dewa United harus puas bermain 2-2 saat menjamu Manila Digger di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Kamis 12 Maret 2026 pukul 20.30 WIB. Tuan rumah sempat tertinggal dua gol lebih dulu lewat aksi Pa Ousman Gai (35’) dan Modou Joof (53’), sebelum mampu disamakan berkat brace Damion Lowe (65’), dan 80’).

Dewa United vs Manila Digger

Hasil imbang ini sekaligus membuat Dewa United gugur dari ajang tersebut karena kalah dengan skor agregat 2-3 dari Manila Diggers FC. Pada pertemuan pertama, Banten Warriors menelan kekalahan tipis 0-1. 

1. Jan Olde Riekerink Telah Analisis Permainan Manila Digger FC

Usai pertandingan, Jan Olde Riekerink tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Eks pelatih Galatasaray itu mengatakan sebenarnya mereka telah menganalisis permainan dari Manila Digger pada leg pertama. 

“Tentu saja kami sangat kecewa. Enam hari lalu kami memainkan pertandingan di Manila dan kami bisa menganalisis laga tersebut dengan cukup baik,” kata Jan Olde Riekerink dalam konferensi pers usai laga.

Eks pelatih SC Heerenveen itu menilai sembilan pemain Gambia menjadi senjata Manila Digger FC. kKnyataannya pun memang benar, fisik para pemain Dewa United cukup terkuras oleh kekuatan pemain asing tim tamu, terkhusus pada babak pertama. 

 

“Mereka bermain dengan sembilan pemain asal Gambia, jadi identitas permainan mereka cukup jelas. Saya pernah bekerja dua tahun di Afrika, dan gaya bermain mereka sangat mengandalkan kekuatan fisik serta permainan yang oportunis. Itu tentu hak mereka, dan hal itu juga terlihat pada babak pertama,” terang Jan Olde Riekerink.

2. Dewa United Kurang Beruntung

Jan Olde Riekerink kecewa Dewa United gagal lolos semifinal AFC Challenge League. (Foto: Andika Rachmansyah/Okezone)
Jan Olde Riekerink kecewa Dewa United gagal lolos semifinal AFC Challenge League. (Foto: Andika Rachmansyah/Okezone)

Di sisi lain, Jan Olde Riekerink menilai Dewa United kurang beruntung karena harus kehilangan sang bomber, Alex Martins yang absen karena cedera. Ia menyebut skuadnya tidak memiliki pemain ideal untuk mengisi posisi tersebut. 

“Bagi kami, sedikit tidak beruntung karena striker kami, Alex, mengalami cedera. Kami tidak memiliki pemain lain yang bisa mengisi posisi tersebut, sehingga Vico harus bermain di posisi itu,” pungkas Jan Olde Riekerink.

Gugurnya Dewa United sekaligus membuat Indonesia tidak lagi memiliki wakil di kompetisi antarklub Asia. Sebelumnya, Persib Bandung juga harus tersingkir di babak 16 besar AFC Champions League Two 2025-2026. 

(Ramdani Bur)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement