Rorian menambahkan bahwa peningkatan level liga tidak bisa dilakukan secara sepihak oleh operator saja.
"Kami menyadari bahwa membawa liga ini ke next level, sekaligus menjaga muruah kompetisi yang melahirkan para penggawa Timnas kita, tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Ini harus dibangun bersama-sama dengan seluruh elemen pemilik dan manajer yang selama ini telah berdedikasi membesarkan liga," kata Rorian.
Melalui Owners Meeting tersebut, KFI dan seluruh klub peserta sepakat untuk mengubah pendekatan pengelolaan liga secara fundamental. Ke depan, kompetisi tidak hanya diposisikan sebagai turnamen musiman, melainkan sebagai entitas bisnis olahraga yang memberi nilai tambah bagi semua pihak yang terlibat di dalamnya.
Transformasi ini diharapkan berdampak langsung pada kesejahteraan klub dan pengembangan karier para pemain. Selain itu, sponsor, mitra media, serta penggemar futsal nasional juga diharapkan merasakan manfaat dari tata kelola yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel.
KFI sendiri merupakan operator resmi liga futsal profesional di Indonesia yang menaungi penyelenggaraan Pro Futsal League (PFL), WPFL, dan PFL2. Komitmen tersebut ditegaskan untuk memajukan kualitas olahraga futsal sekaligus mengembangkan potensi komersialnya agar tumbuh sebagai industri yang mandiri dan berkelanjutan di Tanah Air.
(Rivan Nasri Rachman)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.