Menariknya, eksperimen sosial semacam ini bukanlah yang pertama kali terjadi di dunia olahraga. Sugimin Hidayatullah bisa dikatakan sebagai saudara jauh dari Masal Bugduv, karakter fiktif yang diciptakan oleh jurnalis Irlandia, Dan O'Sullivan, pada tahun 2003.
Latar belakang penciptaan Masal Bugduv pun serupa, yakni sebagai bentuk kritik atas kegilaan harga transfer pemain yang melonjak drastis, terutama setelah era akuisisi Chelsea oleh Roman Abramovich.
Fenomena Sugimin dan Masal Bugduv menjadi pengingat unik bahwa di era informasi yang cepat, terkadang imajinasi kolektif bisa menciptakan bintang yang sebenarnya tidak pernah menginjakkan kaki di rumput lapangan hijau.
(Rivan Nasri Rachman)