“Sebenarnya waktunya memang masih panjang, saya rasa harus pelan-pelan mencari pelatih, sabar,” ujar Peri.
Legenda hidup Timnas Indonesia itu ingin PSSI memaksimalkan waktu yang ada dalam pemilihan pelatih. Ia tak ingin federasi membeli kucing dalam karung seperti saat memilih Kluivert.

“Jangan salah ambil pelatih seperti kemarin (Patrick Kluivert). Yang kemarin, sebagai pemain kualitasnya memang okelah, pemain top, legenda, tapi belum tentu sebagai pelatih berhasil membawa prestasi yang bagus,” pungkas Peri.
(Wikanto Arungbudoyo)