JAKARTA – Timnas Futsal Indonesia menggelar pemusatan latihan (TC) lanjutan di Tifosi Futsal, Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (28/11/2025), jelang SEA Games 2025. Pelatih Hector Souto mengungkapkan, latihan dalam intensitas tinggi dilakukan demi mematangkan taktik terbaik.
Sebanyak 19 pemain mengikuti sesi latihan untuk persiapan SEA Games Thailand 2025. Cabor futsal akan digelar di Samut Prakan dan Nonthaburi, 12-19 Desember.
Di kompetisi itu, Skuad Garuda akan berhadapan dengan Thailand, Vietnam, Myanmar, dan Malaysia. Timnas Futsal Indonesia akan bertemu dengan semua tim karena kompetisi menggunakan format round-robin.
Menatap kompetisi itu, Souto tak perlu repot untuk menyatukan chemistry pemain. Sebab menurutnya, para pemain bisa beradaptasi cepat karena terbantu laga uji coba. Dengan begitu, pelatih asal Spanyol tersebut tak ragu menerapkan intensitas latihan tinggi.
"Jadi, kami tidak perlu selalu memulai dari awal karena para pemain sudah tahu, mereka datang dalam kondisi baik, performa fisik yang baik, semuanya berjalan lancar," ungkap Souto kepada awak media, termasuk Okezone, Jumat (28/11/2025).
Pada sesi latihan kali ini, Souto mengatakan fokusnya adalah memantapkan pola serangan Timnas Futsal Indonesia. Ia juga mematangkan skema tendangan bebas untuk melengkapi sesi latihan kali ini.
"Hari ini kami berlatih serangan melawan pertahanan rapat, dengan fokus pada serangan terhadap pertahanan yang dekat dengan gawang mereka, karena penting ketika Anda sampai di sana, Anda memiliki rencana dan gaya bermain sendiri," kata Souto.
"Kami mencoba bermain sedikit lebih cepat dari sebelumnya, dengan detail yang lebih banyak, dan juga tendangan bebas, karena seperti yang Anda tahu, salah satu kekuatan utama kami sejak saya datang adalah tendangan bebas. Kami hampir selalu mencetak gol dari situasi bola mati di turnamen," tegasnya.
Tak hanya fokus soal serangan, Souto juga memberikan menu latihan bertahan dan transisi untuk para pemain. Kata dia, semua hal ini sangat penting mengingat permainan futsal yang dinamis.
"Kami terus mengembangkan sistem serangan dan pertahanan agar semakin berbahaya bagi lawan, karena dalam futsal, Anda tidak hanya bisa mencetak gol dari serangan atau transisi, tetapi juga dari situasi bola mati dan power play, dan saya suka tim saya mempersiapkan semua situasi dan konsisten," tutupnya.
(Wikanto Arungbudoyo)