Keenam akun tersebut diberi tenggat waktu 1x24 jam untuk meminta maaf secara terbuka. Jika tidak dipenuhi, Yance dan Yakob siap menempuh jalur hukum tanpa kompromi.

Secara tegas, duo pemain Malut United ini mengutuk segala bentuk rasisme. Yakob dan Yance menegaskan sepakbola semestinya menjadi wadah persatuan yang merayakan keragaman, bukan arena untuk diskriminasi.
"Karena sepakbola itu untuk merayakan keberagaman," tegas keduanya.
Insiden ini bukan hanya melukai hati kedua pemain. Namun, perilaku itu juga menjadi bukti rasisme masih menjadi masalah serius di sepakbola Indonesia.
Itulah kisah sedih Yance dan Yakob Sayuri, pemain Malut United yang jadi korban rasisme usai lawan Persib Bandung. Semoga informasi ini berguna untuk pembaca sekalian.
(Wikanto Arungbudoyo)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.