OSAKA – Pemain abroad Indonesia, Zahra Muzdalifah, menceritakan alasan dia berkarier di luar negeri. Wanita berusia 22 tahun itu menjelaskan bahwa tidak adanya liga sepak bola wanita di Indonesia membuatnya memutuskan berkiprah di Liga Jepang.
Pencinta sepak bola Tanah Air tentu tidak asing dengan sosok Zahra Muzdalifah. Dia merupakan pemain Timnas Putri Indonesia yang tengah membangun karier di klub luar negeri.

Saat ini, Zahra tengah memperkuat klub asal Jepang, Cerezo Osaka Yanmar Ladies. Klub tersebut berlaga di kasta tertinggi sepak bola wanita Jepang bernama Japan Women’s Empowerment Professional Football League (WE LEAGUE).
Zahra sebenarnya telah menjalani trial di Cerezo Osaka Yanmar Ladies pada Februari lalu. Pada akhirnya, perjuangannya membuahkan hasil positif karena dia mendapatkan kontrak profesional dari klub asal Jepang tersebut. Pemain berusia 22 tahun itu tidak menyia-nyiakan kesempatan emasnya itu.
Terbaru, Zahra mengungkapkan alasan di balik keputusannya berkarier ke luar negeri kepada salah satu media Jepang. Ketiadaan liga sepak bola wanita di Indonesia menjadi alasan utama sang pemain memilih abroad.
“Tidak ada liga sepak bola wanita di negara saya. Bagaimana saya bisa meningkatkan keterampilan saya tanpa liga?” ujar Zahra dikutip dari kanal Youtube WE League, Minggu (3/9/2023).
“Tidak ada kompetisi. (Kami) hanya berlatih dengan pemain pria. Itu sebabnya saya ingin pergi ke luar negeri,” sambungnya kemudian.
Lebih lanjut, Zahra Musdalifah berharap keberaniannya berkarier di luar negeri dapat ditiru oleh pesepak bola wanita Indonesia lain. Dengan demikian, sepak bola wanita Indonesia dapat menjadi semakin maju di masa depan.
Sebagai informasi, Liga 1 Putri sudah empat tahun vakum. Terakhir kali kompetisi itu digelar adalah pada tahun 2019. Saat itu, Persib keluar sebagai juara turnamen tersebut. Hingga kini, Liga 1 Putri belum kunjung digelar lagi.
(Admiraldy Eka Saputra)