“Wajar kalau ada desakan Shin Tae-yong mundur dari jabatan pelatih Timnas Indonesia. Karena hingga saat ini belum ada prestasi yang bisa dibanggakan selama Timnas Indonesia dipegang Shin Tae-yong baik di level senior maupun kelompok umur,” kata Akmal Marhali dalam keterangannya, Senin (21/8/2023).

Akmal Marhali menambahkan masyarakat Indonesia butuh pembuktian dari Shin Tae-yong yakni berupa gelar juara. Membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Asia dinilai bukan prestasi konkret yang memuaskan hati pencinta sepak bola tanah air.
“Masyarakat membutuhkan trofi juara, sebagai bukti keberhasilan, bukan sekadar lolos ke sebuah kejuaraan. Di ajang SEA Games 2021 Vietnam justru hanya meraih medali perunggu, padahal sebelumnya kita dapat medali perak,” ucap Akmal.
Akmal Marhali menyarankan kursi pelatih Timnas Indonesia diserahkan ke asistennya jika Shin Tae-yong terus gagal menghadirkan trofi. Ia juga tak sepakat dengan anggapan Shin Tae-yong yang menyebut Piala AFF U-23 2023 hanya turnamen persahabatan.
“Dan di ajang Piala AFF 2022 kita hanya semifinalis padahal dua tahun sebelumnya kita runner-up. Di ajang ini kalau memang Shin Tae-yong tidak siap, bisa diserahkan ke asisten pelatih,” ucapnya lagi.
“Jangan karena ajang ini bukan agenda resmi FIFA lantas menjadikan ajang ini hanya sebagai laga persahabatan. Ini ajang resmi AFF adu gengsi, Thailand dan Vietnam serius,” tutup Akmal Marhali.
(Ramdani Bur)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.