Kini bersama Persikabo 1973 ia kembali menunjukkan keganasannya yang sempat hilang. Yandi pernah digadang-gadang sebagai pemain muda masa depan Indonesia.

Kecemerlangannya di tengah lapangan membuat berbagai klub dalam dan luar negeri kepincut. Di usia muda ia telah main di empat benua, Australia, Amerika Latin, Asia, dan Eropa.
Ia pernah bermain untuk SAD Uruguay, kemudian bergeser ke Belgia bersama klub CS Vise. Lalu Yandi Sofyan berlabuh di Brisbane Roar, Australia. Setelah dari sana, ia kembali ke Tanah Air dan membela beberapa klub besar mulai dari Persib Bandung, Arema, Bali United, dan kini Persikabo 1973.
Agaknya, belum ada pemain Indonesia saat ini yang menyamain capainnya, yaitu main di empat benua berbeda. Meski cedera kemudian membuat namanya sempat hilang dari perbincangan.
Namun begitu, dengan penampilannya yang mulai membaik akhir-akhir ini, namanya perlu dipertimbangkan Shin Tae-yong untuk bergabung dengan Timnas Indonesia senior. Ia perlu dijajal kala Indonesia menghadapi Turkmenistan pada laga FIFA Matchday pada 8 September mendatang.
Jika terpanggil, ini kali pertama bagi Yandi Sofyan bermain untuk Timnas Senior. Pasalnya, perjalanannya di nasional mentok di Timnas Indonesia U-23 pada SEA Games 2013, di mana ia sukses mencetak satu gol dan berhasil membawa medali perak pulang ke Tanah Air.
(Nanda Aria)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.