Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Demi Ungkap Pungli Seleksi dan Mafia Wasit, Save Our Soccer Sarankan PSSI Bentuk Tim Pencari Fakta

Andhika Khoirul Huda , Jurnalis-Kamis, 13 Juli 2023 |01:02 WIB
Demi Ungkap Pungli Seleksi dan Mafia Wasit, Save Our Soccer Sarankan PSSI Bentuk Tim Pencari Fakta
Save Our Soccer minta dibentuk Tim Pencari Fakta terkait seleksi dan mafia wasit. (Foto: PT LIB)
A
A
A

JAKARTA – Koordinator, Save Our Soccer (SOS), Akmal Marhali, menyarankan PSSI untuk segera membantuk tim pencari fakta. Tujuannya untuk mengungkap praktek pungutan liar (pungli) dalam seleksi wasit Liga 1 serta memberantas mafia wasit.

Demi menghapuskan praktek pungutan liar (pungli) dalam seleksi wasit Liga 1 2023 serta memberantas mafia wasit, PSSI disarakan untuk membentuk tim pencari fakta. Saran tersebut pun diminta langsung oleh Koordinator Save Our Soccer (SOS), Akmal Marhali.

Dalam dua pekan Liga 1 2023-2024 bergulir, SOS menilai masih ada masalah dalam tata Kelola kompetisi sepakbola nasional, terutama soal perwasitan. Menurut mereka, hampir di semua pertandingan, para wasit dan asisten yang bertugas menampilkan kinerja yang sangat buruk dengan melakukan kesalahan fatal dalam membuat sebuah keputusan.

Selain itu, SOS juga menemukan indikasi adanya pungutan liar (pungli) dalam proses seleksi wasit yang dilakukan pada 15-16 Juni 2023. SOS menjelaskan bahwa pungli itu dilakukan untuk meloloskan wasit yang tak lulus dalam ujian.

Karena itu, SOS menyarankan PSSI segera membuat tim pencari fakta untuk mengungkap kasus tersebut. Jika tidak, maka bisa jadi kepercayaan publik kepada PSSI semakin menurun.

"Ketua Komite Wasit PSSI harus melakukan evaluasi segera atas buruknya kinerja wasit sekaligus melaporkan kepada Ketua Umum PSSI bahwa kasus pungli dalam seleksi wasit harus dituntaskan secepatnya. Wibawa Ketua Umum PSSI dipertaruhkan bila terjadi pembiaran," kata Akmal Marhali dikutip dari rilis SOS, Kamis (13/7/2023).

Ilustrasi wasit

Kemudian, SOS menjelaskan bahwa seleksi wasit sejatinya dipimpin langsung dua instruktur dari Jepang yakni Yoshimi Ogawa dan Toshiyugi Nagi hasil kerja sama dengan Japan Football Association (JFA). Tapi, untuk teknis di lapangan peran lebih banyak diberikan kepada instruktur lokal yang dipimpin Purwanto sebagai Koordinator dengan anggota Alil Rineggo, Jajat Sudrajat, Agus Haryono, Riswanda, Ayi Daud Dakhiri, Fakhrizal Kahar dab Nurwahid.

Dalam proses seleksi ada sejumlah oknum yang memintakan uang dalam jumlah tertentu sebagai ongkos agar bisa dikatrol untuk lolos. Tes sendiri terdiri dari tiga kategori yakni Tes Fisik (bobot nilai 60), Tes Law of The Games (LOTG) (bobot nilai 20) dan Tes Video (bobot nilai 20).

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement