“Saya mengatakan kepada mereka, ‘Mereka gila, bagaimana mereka akan makan donat sebelum bermain di babak kedua.’ Tetapi karena mereka terbiasa, jika tidak, mereka merasa tidak enak,” lanjutnya.
“Jadi, itu harus menjadi bagian dari pendidikan yang tidak pernah mereka miliki. Baru sekarang mereka berinovasi dengan akademi sepakbola untuk anak laki-laki berusia 12 tahun ke atas,” tutur Chena.

“Begitu juga olahraga ini banyak berubah karena banyak pelatih asing dan mereka menetap. Tapi, mereka cukup jauh dari kita,” sambungnya.
Gustavo Chena sendiri pernah membela sejumlah klub di Indonesia. Hijrah ke Tanah Air sejak 2003, gelandang berusia 40 tahun itu pernah membela Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, PSMS Medan, PSIS Semarang, Deltras Sidoarjo, hingga Gresik United.
(Djanti Virantika)