Pidato serangan Joan Laporta itu nampaknya sampai ke telinga petinggi Real Madrid. Los Blancos pun merespons serangan Presiden Barcelona itu. Serangan balik dilancarkan Los Blancos melalui stasiun televisi internal mereka, Real Madrid TV.
Masih menurut Marca, video tersebut berisi bantahan soal klaim Joan Laporta yang menyatakan Real Madrid adalah klub pemerintahan. Di mana, pihak Los Blancos membocorkan bukti-bukti bahwa Barcelona yang justru memiliki kedekatan dengan pemerintah sebagai klub kesayangan Jenderal Franco.
Salah satu bukti yang dimaksud Real Madrid adala saat markas Barcelona, Camp Nou, diresmikan oleh Jose Solis Ruiz, menteri era Jenderal Franco. Bukti lainnya juga Barcelona mengangkat sang pemimpin fasis Jenderal Franco itu sebagai anggota kehormatan klub pada 1965 dan memberinya tiga medali kehormatan.
"Mana yang merupakan 'klub rezim'?" terang kalimat pembuka video tersebut, mengutip dari Marca.
"Barcelona memenangi 8 titel Liga Spanyol dan 9 Copa Generalisimo (kini Copa del Rey) di bawah pemerintahan Franco. Real Madrid membutuhkan 15 tahun untuk memenangi Liga Spanyol selama kekuasaan Franco," tambah teks yang membandingkan tim mana lebih sering juara selama sang Jenderal Franco memerintah.
"Madrid dilucuti dalam perang saudara, pemain (Madrid) dibunuh, ditahan dan diasingkan," tutup pernyataan Real Madrid.
(Rivan Nasri Rachman)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.