Dua tahun di SSB Kalpataru Fariz melanjutkan perjalanannya ke SSB Bara Mega dari usia sembilan hingga 12 tahun. Saat itu Fariz cukup berprestasi bagi diri sendiri dan juga SSB.
Beranjak remaja, Fariz berkeinginan untuk mengikuti Liga TopSkor. Lalu ia pindah lagi ke SSB RMD (Remaja Masa Depan). Semusim bersama SSB RMD, Fariz mulai dilirik oleh SSB Ragunan.
Dari SSB Ragunan inilah Fariz memulai karier profesionalnya sebagai pesepak bola. Klub pertamanya adalah Badak Lampung. Fariz hanya semusim bersama Badak Lampung.
Namun, ada cerita sedih saat Fariz membela klub tersebut. Bung Rusli mengisahkan jika dulu demi bisa melihat anaknya berlaga, Rusli rela untuk tidur di pinggiran toko dan menempuh perjalanan yang jauh dengan menggunakan kapal.

"Tidur di pinggir jalan biar lihat anak, tapi seru bareng-bareng naik kapal tidur di pinggiran toko.” kenang Rusli.
Perjalanan Fariz pun kini berbuah manis. Kini Fariz membela Persis Solo dan debut bersama Timnas Indonesia pada Piala Presiden 2022 lalu. Meski demikian, Fariz harus tetap berusaha agar bisa menampilkan yang terbaik.
Demikian Kisah Sedih Ayah Zanadin Fariz Gelandang Timnas Indonesia U-19 yang Rela Tidur di Pinggir Jalan Demi sang Anak.
(Rivan Nasri Rachman)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.