Penyebabnya karena kontrak Shin Tae-yong bersama Timnas Indonesia berakhir pada 31 Desember 2023. Jika Shin Tae-yong gagal total saat membesut Timnas Indonesia U-20 di Piala Dunia U-20 2023 (20 Mei-11 Juni 2023) serta Piala Asia 2023 (di jadwal awal pada 16 Juni-16 Juli 2023), kontrak Shin Tae-yong bersama Timnas Indonesia belum tentu diperpanjang PSSI.

Karena itu, Piala AFF 2022 wajib dijadikan momentum Shin Tae-yong mencetak sejarah, yakni mengantarkan Timnas Indonesia juara Piala AFF untuk pertama kalinya. Semenjak turnamen ini bergulir pada 1996, pencapaian terbaik Timnas Indonesia hanya finis runner-up.
Ironisnya, Timnas Indonesia tercatat sebagai negara yang paling sering finis runner-up, yakni enam kali. Jika juara Piala AFF 2022, Shin Tae-yong juga bisa menepuk dada. Shin Tae-yong otomatis sanggup mengungguli sang rival yang menangani Vietnam, Park Hang-seo.
Rivalitas di antara Shin Tae-yong dan Park Hang-seo tumbuh semenjak keduanya membesut tim asal Asia Tenggara. Secara rekor pertemuan di level Asia Tenggara, Park Hang-seo dominan dengan catatan dua menang, dua imbang dan nol kalah.

(Park Hang-seo dan Shin Tae-yong mempunyai rivalitas tinggi)
Namun, Shin Tae-yong bisa mengakhiri perjalanan Park Hang-seo bersama Vietnam lewat cerita pilu. Jika Vietnam disingkirkan Timnas Indonesia di leg II semifinal Piala AFF 2022 yang berlangsung malam ini, Park Hang-seo bakal meninggalkan Negeri Paman Ho dengan kesedihan.
Sekadar diketahui, Piala AFF 2022 menjadi turnamen terakhir Park Hang-seo bersama Vietnam. Pelatih 65 tahun ini mengonfirmasi akan meninggalkan Vietnam ketika kontraknya berakhir pada 31 Januari 2023.
Jadi, wajib bagi Shin Tae-yong membawa Timnas Indonesia juara Piala AFF 2022. Now or never, sekarang atau tidak sama sekali Shin Tae-yong!
(Ramdani Bur)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.