Share

Exclusive dari Qatar: Sisi Lain Larangan Minuman Beralkohol di Piala Dunia 2022, Disyukuri Sebagian Fans

Abdul Haris, MNC Portal · Kamis 24 November 2022 12:54 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 24 51 2713924 exclusive-dari-qatar-sisi-lain-larangan-minuman-beralkohol-di-piala-dunia-2022-disyukuri-sebagian-fans-EHeByfujDm.JPG Para fans di Qatar dilarang minum-minuman keras di area stadion (Foto: REUTERS)

SISI lain larangan minuman beralkohol di Piala Dunia 2022, disyukuri sebagian fans. Sebelumnya, aturan tegas dari FIFA ini sempat memicu kontroversi dan dikritik para fans yang melancong ke Qatar.

Namun demikian, sebagaimana dilansir Al Jazeera, Kamis (24/11/2022), suporter tuan rumah justru mensyukuri hal ini. Abdulla Murad Ali, seorang bankir di Qatar mengutarakan harapannya agar para fans yang melancong memperlakukan tuan rumah sebagai negara kedua mereka.

Qatar

Di sisi lain, dia berharap para suporter dari negara lain juga harus menghormati budaya Qatar.

“Qatar adalah negara Islam, dan alkohol haram dalam agama kami. Yang kami minta hanyalah dunia menunjukkan 'ehtaram' (rasa hormat) terhadap budaya kami,” katanya.

Untuk diketahui, Qatar tidak sebenarnya melarang minuman beralkohol ini. Para fans bisa tetap menikmatinya ketika ada di tempat-tempat tertentu, seperti hotel, bar, dan Zona Penggemar yang digelar oleh FIFA secara resmi. Namun, minuman keras ini dilarang untuk beredar di sekitar stadion

Meski begitu keputusan ini banyak dikritik, terutama dari suporter Inggris yang mengeluh dan menganggap tuan rumah tak memahami "budaya minum" mereka.

FIFA menjelaskan, mereka mengambil keputusan tersebut setelah berdiskusi dengan otoritas Qatar.

Selagi para fans luar Qatar tersebut mengeluh, keputusan ini disyukuri oleh beberapa fans lainnya. Sonia Nemmas, seorang ibu asal Yordania yang melawat ke Qatar karena dibesarkan dalam rumah tangga yang gila sepak bola, pun menyampaikan rasa syukurnya.

Keluarga tersebut memiliki tiket untuk pertandingan larut malam dan khawatir berada di stadion di mana penggemar yang mabuk berpotensi hadir.

Nemmas mengambil contoh bahwa ada kerusuhan yang dipengaruhi oleh para fans yang mabuk pada laga final Piala Eropa 2020 di Wembley musim panas 2021 lalu. Hal seperti itu, tidak diinginkan olehnya terulang di Qatar.

“Ketika kami pergi ke negara lain, kami tidak bertanya mengapa kami diminta untuk mengikuti aturan mereka atau menghormati budaya mereka,” katanya sambil mengangkat bahu. "Kami hanya melakukannya."

Fans Qatar

Meski begitu, tak semua suporter Inggris yang protes dengan kebijakan FIFA dalam hal larangan minuman beralkohol.

“Tak adil mengecat semua penggemar Inggris dengan kuas yang sama. Penggemar Inggris umumnya terbukti hooligan tapi itu hanya minoritas kecil,” kata Ahmed Muhammad, guru sekolah asal Inggris yang berbasis di Doha.

“Mayoritas menghormati dan mengikuti aturan,” ucapnya sambil menikmati suasana di Souq Waqif bersama putranya yang masih kecil.

Ali, seorang bankir yang tinggal di Qatar, mengatakan itu seharusnya tidak sulit sama sekali. Menurutnya, orang-orang yang tinggal dan mengikuti sepak bola di negara-negara Muslim melakukannya tanpa alkohol sepanjang waktu.

“Menjadi negara Muslim, inilah yang kami ingin orang-orang pahami, bahwa Anda dapat menikmati permainan tanpa bir di tangan. Sepak bola untuk semua orang, bukan hanya untuk orang yang ingin minum bir,” dia menegaskan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini