Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sambut Baik Upaya FIFA untuk Reformasi Sepakbola Indonesia, IGK Manila Sanjung Kerja Keras Erick Thohir

Rivan Nasri Rachman , Jurnalis-Senin, 10 Oktober 2022 |16:31 WIB
Sambut Baik Upaya FIFA untuk Reformasi Sepakbola Indonesia, IGK Manila Sanjung Kerja Keras Erick Thohir
Erick Thohir bersama Presiden FIFA, Gianni Infantino. (Foto: Instagram)
A
A
A

JAKARTA - Erick Thohir berperan besar dalam melobi FIFA agar Indonesia tak dikenai sanksi usai insiden berdarah di Stadion Kanjuruhan. Karena itu, mantan manajer Tim Nasional (Timnas) Indonesia di SEA Games 1991, IGK Manila, pun menyanjung kerja keras Pemerintah dan Erick Thohir karena langsung bekerja cepat untuk mengantisipasi kebijakan dari FIFA agar tidak berdampak berkepanjangan.

Malahan berkat upaya dari Pemerintah dan Erick Thohir, FIFA berniat untuk membantu mereformasi sepakbola Indonesia. IGK Manila pun mendukung hal tersebut dan berharap selurun stake holder sepakbola Tanah Air menghargai dan mendukung solusi yang diberikan oleh FIFA.

Erick Thohir (ANTARA)

"Kita harus bersyukur karena, istilahnya, FIFA hanya memberikan kartu kuning berkat upaya yang dilakukan Erick Thohir saat bertemu dengan Presiden FIFA. Saya tahu latar belakang Pak Erick di olahraga yang pernah punya klub olahraga, Ketua KOI, Chef de Mission, dan Ketua Pelaksana Asian Games 2018, sehingga Pak Erick tahu benar apa yang harus dilakukan dan jalan keluarnya," ujar IGK Manila di Jakarta, Senin (10/10/2022).

Pria yang akrab disapa Engkong itu menyatakan bahwa tidak mudah melakukan lobi dengan FIFA yang punya wewenang sangat besar di kancah internasional. Jadi, ia merasa Indonesia benar-benar beruntung tidak diberikan sanksi leh Federasi Sepakbola Dunia tersebut.

"Dalam bahasa saya, FIFA itu kayak malaikat dengan kuasa yang sangat besar. Jadi ketika FIFA mau berkomunikasi dan ikut mencari solusi, serta berkantor di Jakarta, maka apa yang dilakukan Erick sungguh luar biasa,” lanjutnya.

“Jadi, pilihan Pak Jokowi dengan meminta Erick untuk berbicara dengan FIFA sudah tepat," tambah mantan manajer Persija Jakarta di era 2001 itu.

Terkait dengan rencana FIFA membentuk tim reformasi dan berkantor di Indonesia, bahkan dijadwalkan melihat kondisi Stadion Kanjuruhan, Malang, IGK Manila melihat hal itu sebagai bentuk perhatian serius. Ia pun berharap seluruh stakeholder mau memberikan informasi secara jelas dan benar.

FIFA kibarkan bendera setengah tiang untuk hormati korban kerusuhan Arema vs Persebaya

"Tim pencari fakta harus berani mengungkapkan apa yang terjadi. Begitu pula pemerintah, dalam hal ini Kemenpora dan juga PSSI serta supporter harus memberikan informasi detil dan masukan kongkrit agar hasil evaluasi FIFA tetap memberikan kartu kuning ke kita. Dengan potensi sepakbola yang ada di Indonesia, saya optimistis FIFA pasti membantu Indonesia," tutup IGK Manila.

(Rivan Nasri Rachman)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement