Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Tragis Nii Lamptey, Titisan Pele yang Kariernya Hancur karena Terkena Kutukan Mengerikan!

Destriana Indria Pamungkas , Jurnalis-Rabu, 05 Oktober 2022 |23:46 WIB
Kisah Tragis Nii Lamptey, Titisan Pele yang Kariernya Hancur karena Terkena Kutukan Mengerikan!
Kisah tragis Nii Lamptey titisan Pele yang kariernya hancur karena terkena kutukan (Foto: Empic Sports)
A
A
A

KISAH tragis Nii Lamptey, titisan Pele yang kariernya hancur karena terkena kutukan akan dibahas dalam artikel ini. Nii Lamptey merupakan pesepak bola berbakat asal Ghana.

Nii Lamptey memiliki ketajaman mencetak gol yang apik dan kemampuan individu di atas rata-rata. Karena kemampuan yang luar biasa tersebut, Nii Limptey sampai mendapat julukan sebagai “The Next Pele”.

 Nii Lamptey

Sayangnya, julukan yang disematkan padanya seolah membawa kutukan dan nasib buruk. Sampai akhirnya, namanya tak bisa setenar Pele, legenda sepakbola Brasil. Lantas, seperti apa kisah Nii Lamptey?

Berikut kisah tragis Nii Lamptey, titisan Pele yang kariernya hancur karena terkena kutukan.

Nii Lamptey pertama kali mencuri perhatian publik saat dirinya tampil membela Timnas Ghana di ajang Piala Dunia U-16 tahun 1989 di Skotlandia. Pada ajang tersebut, Nii Limptey berhasil tampil brilian hingga legenda sepak bola, Pele, menyanjungnya dengan mengatakan Nii Limptey adalah penerusnya.

Selang dua tahun, Nii Limptey berpartisipasi dalam Piala Dunia U-19 1991 di Italia. Kala itu, Nii Limptey terlihat lebih bersinar daripada pemain lain. Kesuksesannya memuncak saat ia berhasil membawa Timnas Ghana U-17 meraih trofi kejuaraan dan meraih gelar pribadi sebagai pencetak gol terbanyak.

Berkat bakatnya itu, Nii Limptey diajak oleh kapten Timnas Ghana, Stephen Keshi, untuk keluar dari negara asalnya. Pasalnya, saat itu keadaan Ghana tidak memungkinkan untuk membuatnya berkembang.

Bermodal paspor palsu, Nii Limptey terbang ke Belgia dan bergabung bersama Anderlecht. Tak hanya paspor palsu, usianya pun dipalsukan. Karena saat itu regulasi Liga Belgia mengharuskan pemain profesional minimal berusia 16 tahun sedangkan Nii Limptey baru berusia 15 tahun.

Meski demikian, performa bermain Nii Limptey tak pernah salah. Di awal debutnya bersama klub Belgia, Nii Limptey berhasil mencetak tujuh gol dari 14 penampilan. Ia juga sempat dipinjamkan ke klub Belanda, PSV Eindhoven dengan mencatatkan 10 gol dari 22 penampilan.

Nii Lamptey

Petaka mulai muncul saat dirinya bermain di Liga Inggris pada 1994. Saat itu, Nii Limptey yang memang tidak bisa membaca dan menulis, serta tidak berpendidikan dijadikan bahan eksploitasi oleh Antonio Caliendo, agen asal Italia.

Nii Limptey dimanfaatkan untuk keuntungan pribadi sang agen. Sampai pada akhirnya Nii Limptey mengetahui hal tersebut dari Ron Atkinson, manajer Aston Villa, yang memberikan gaji padanya secara langsung.

Di usianya yang menginjak 20 tahun, Nii Limptey mengalami kelelahan dan kerap cedera karena semasa mudanya dieksploitasi dengan beban kerja berlebih. Di kehidupan pribadinya, Nii Limptey juga mengalami nasib buruk.

Ia kehilangan dua buah hatinya, Diego dan Lisa, karena penyakit paru-paru langka. Dari situ ia mulai merasa bahwa karier sepakbolanya terkena kutukan.

Sebab, di Ghana hal berbau mistis bukan hal yang tabu. Alih-alih bersinar seperti Pele, Nii Lamptey justru meredup hingga tak bersinar.

Demikian Kisah Tragis Nii Lamptey, Titisan Pele yang Kariernya Hancur karena Terkena Kutukan.

(Hakiki Tertiari )

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement